Ecobrick Cara yang Ampuh dalam Mengurangi Sampah

saya berprofesi guru di SDN 106821 Bandar Baru Kec.Sibolangit
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Septa Idolanta Ketaren tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di kesempatan ini saya Septa Idolanta Ketaren guru SDN 106821 Bandar Baru kec.Sibolangit, Kab Deli Serdang ingin berbagi pengalaman saya bagaimana cara mengurangi sampah plastik dengan metode ramah lingkungan yaitu membuat Ecobrick.Banyak di antara kita tidak bisa mengurangi sampah dengan ramah lingkungan, contoh yang paling nyata adalah dengan membakar sampah plastik. Dengan membakar sampah, ternyata dapat menimbulkan masalah baru yaitu polusi udara.Maka dari saya akan bercerita bagaimana kami bisa mengolah sampah menjadi ecobrick.
Saya berprofesi sebagai guru di SD Negeri 106821 Bandar Baru, Kec.Sibolangit,Deli Serdang. Saya di akhir awal tahun 2026 mencoba sesuatu hal baru di sekolah saya. Dengan jumlah siswa 250, sampah plastik sangatlah banyak. Kita anggap saja 1 anak 1 jajanan, berarti 250 jumlah sampah plastik yang harus setiap harinya menumpuk di tempat sampah. Dari situlah saya berpikir dan mencoba mengurangi sampah dengan memanfaatkan sampah plastik dari siswa menjadi Ecobrick.
Apa itu ecobrick? Ecobrick adalah botol plastik bekas yang diisi dan dipadatkan dengan sampah plastik bersih hingga keras. Di sisa semester genap di kelas 5 B, saya berinisiatif membuat tugas kepada siswa untuk membuat ecobrick dengan jumlah 4 buah ecobrick setiap siswa.
Di awal pengerjaannya, kami bingung bagaimana untuk memulai.Tapi kami terus melakukannya secara otodidak, kami berusaha mencari cara bagaimana bisa sampah plastik berkurang di sekolah. Langkah awal yang kami lakukan, setiap harinya kami mengumpulkan sampah plastik yang ada di sekolah.Kemudian setelah ada beberapa hari kami kumpulkan,kami bersihkan sampah tersebut dan kami keringkan.
Selanjutnya kami menguntingi sampah-sampah plastik menjadi bagiang-bagian kecil sembari botol bekas sudah kami kumpulkan sebagai wadah atau tempat sampah plastik yang kami gunting tadi.
Langkah selanjutnya setelah plastik tadi digunting menjadi bagian-bagian kecil,kami masukkanlah ke dalam plastik botol . Jika sampah plastik tadi sudah penuh maka kami akan tekan dengan kayu berukuran kecil dengan panjang 30 cm agar sampah itu padat dan keras.
Setelah beberapa hari pengerjaan jadilah beberapa ecobrick dari siswa yang ukuran botol bekas yang besar. Dan ternyata tidak hanya di sekolah,di rumah pun sampah plastik yang biasanya dibakar atau dibuang begitu saja akhirnya dikumpulkan siswa dan dibawa ke sekolah untuk dimanfaatkan menjadi ecobrick.
Begitulah sedikit pengalaman saya dalam membuat satu inovasi di sekolah saya dengan latar belakang melihat sampah plastik dari siswa yang begitu menumpuk. Pada akhirnya sampah di sekolah pun tidak dibakar lagi tapi sudah bisa digunakan menjadi ecobrick yang nantinya bisa digunakan menjadi rak sepatu,pagar pojok baca siswa atau lain sebagainya.Semoga tulisan ini bisa menjadi contoh untuk kita para guru di mana pun berada.
