LPA2I IPB University Dorong Kesiapan Komersialisasi Produk Inovasi
Tulisan dari Media LPA2I IPB University tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagaimana sebuah inovasi dapat berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi dan siap dikomersialisasikan?

IPB University mendorong kesiapan komersialisasi produk inovasi melalui analisis pasar, perhitungan kelayakan finansial, dan valuasi teknologi. Dalam pendampingan yang berlangsung ini, sebanyak 19 inovasi tengah menjalani proses valuasi untuk menilai potensi ekonomi sekaligus memperkuat peluang komersialisasinya.
Pendampingan ini diwujudkan melalui workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University selaku Transfer Technology Offices (TTO), pada Senin (26/10).
Valuasi Teknologi Perkuat Strategi Komersialisasi dan Kemitraan Inovasi
Inovasi yang menarik belum tentu menjamin produk dapat diterima pasar. Sehingga, Inovator perlu mengetahui siapa calon penggunanya, seberapa besar peluang pasarnya, serta apakah produk tersebut layak dikembangkan secara finansial.
Analisis pasar dan finansial berperan penting dalam memperkuat strategi komersialisasi produk. Analisis pasar membantu inovator memahami kebutuhan konsumen dan peluang permintaan, sedangkan perhitungan finansial memberikan gambaran mengenai potensi keuntungan, kebutuhan investasi, hingga risiko usaha. Kedua aspek tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi pengembangan produk.
Sementara itu, valuasi teknologi membantu memperkirakan nilai ekonomi suatu inovasi atau kekayaan intelektual, termasuk teknologi yang berpotensi dikomersialisasikan melalui kerja sama lisensi. Penilaian ini dapat menjadi dasar negosiasi antara inovator dan mitra, termasuk dalam menentukan skema pendanaan dan besaran royalti.
Pentingnya Kemitraan yang Tepat untuk Komersialisasi Produk Inovasi IPB
Valuasi teknologi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menjajaki kemitraan untuk komersialisasi inovasi. Melalui penilaian potensi ekonomi dan peluang pengembangan produk, inovator dapat membangun kerja sama dengan mitra yang relevan untuk mendukung pengembangan lebih lanjut hingga tahap komersialisasi.
Dr. Siti Nurjanah, Asisten Bidang Inovasi dan Alih Teknologi LPA2I, menyampaikan bahwa pendampingan tersebut diarahkan untuk mendorong inovasi menuju tahap komersialisasi sekaligus memperluas jejaring kemitraan.
“Pendampingan ini akan mengarahkan inovasi ke tahap komersialisasi, sehingga inovator dapat meningkatkan relasi dengan mitra yang lebih potensial untuk mendukung komersialisasi prototipe produk,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, valuasi teknologi menjadi bagian penting dalam proses alih teknologi, terutama ketika inovasi dikembangkan bersama mitra.
“Dalam proses hilirisasi bersama mitra, perlu diketahui bagaimana valuasi teknologi dilakukan, termasuk pendampingan yang membantu memastikan perhitungannya dilakukan secara tepat. Kegiatan ini juga menjadi upaya meningkatkan kapasitas inovator sekaligus memperkuat kolaborasi dengan tim Inovasi LPA2I,” imbuh Prof. Tri Partono, Wakil Kepala Lembaga Bidang Inovasi, Alih Teknologi dan Sociopreneurship LPA2I IPB.
Melalui pendampingan ini, inovator diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun strategi komersialisasi, mulai dari mengidentifikasi peluang pasar hingga menentukan nilai ekonomi teknologi. Bekal tersebut menjadi penting untuk memperluas peluang kerja sama lisensi dengan mitra industri sekaligus mendorong hasil riset IPB University memasuki pasar secara terukur.

