Studi Kelayakan Bisnis Usaha Fotokopi dan Percetakan di Sekitar Kampus

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Ariel Ilham tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam lingkungan kampus selalu ada kebutuhan cetak dokumen,pembuatan pengikatan tesis dan reproduksi catatan kuliah.Bisnis fotokopi dan percetakan biasanya dianggap sebagai bisnis kuno yang sudah tidak lagi relevan karena proses digitalisasi.
Tapi selama pengajuan tugas masih dilakukan secara cetak,pembuatan laporan masih membutuhkan pengikatan dan ujian masih membutuhkan lembar jawaban maka kebutuhan akan layanan ini akan terus ada.
Studi kelayakan bisnis harus berfokus pada tiga aspek yaitu pasar,teknis dan keuangan.
Semua angka bersifat indikatif dan harus disesuaikan dengan biaya mesin,biaya sewa dan tarif per area.
Sebagian besar dari pasar sasaran adalah para pelajar, selain itu juga para dosen,pembina,kelompok organisasi dan para pengusaha dari kampus yang membutuhkan brosur,spanduk mini dan stiker.
Permintaan ini selalu ada dan meningkat secara drastis pada beberapa periode waktu tertentu yaitu saat awal setiap semester,saat modul meningkat dan mendekati pertengahan dan akhir semester dimana ada masa ujian dan mendekati masa pengajuan makalah akhir semester,tesis dan wisuda yang membutuhkan fasilitas pencetakan dan pengikatan.
Aktivitas organisasi seperti usulan,sertifikat dan poster juga berkontribusi pada beban kerja.
Dalam ranah persaingan ada seperti pesaing di dalam kampus,toko cetak yang tersedia secara online dan orang-orang yang memiliki printer sendiri.
Karena alasan yang telah disebutkan di atas perbedaan utama dari bisnis seperti ini terletak pada kecepatan pekerjaan dan harga yang wajar.
Suka cita umum dari para mahasiswa adalah jam kerja toko cetak yang terlambat,tersedia untuk mengambil pesanan melalui WhatsApp dan bersedia menerima dokumen melalui email atau link.
Bisnis percetakan yang hanya bergantung pada salinan tidak memiliki kesempatan untuk bersaing dengan bisnis percetakan yang penuh layanan.
Tempat terbaik akan berada di dekat pintu masuk kampus atau fakultas pada jarak sekitar 200 meter.
Tempat tersebut harus berada di lokasi yang mudah dilihat orang. Tempat tersebut juga harus memiliki ruang untuk parkir dan antrian.
Sewa lokasi tepat di sebelah kampus akan lebih tinggi tetapi akan ada lebih banyak pelanggan yang datang dibandingkan dengan tempat lain.
Jadi calon pemilik harus menghitung apakah perbedaan sewa bisa diimbangi dengan keuntungan tambahan.
Mesin utama yang dibutuhkan adalah mesin fotokopi multifungsi digital yang mampu menyalin,mencetak dan memindai.
Mereka juga membutuhkan printer inkjet warna atau laser,komputer untuk memproses dan mengedit berkas dan terakhir mesin pengikat, laminasi dan pemotong kertas.
Satu orang hanya membutuhkan lemari pajang untuk menjual berbagai perlengkapan tulis,map dan cap.
Layanan yang akan ditawarkan antara lain fotokopi hitam putih dan warna, pencetakan berbagai dokumen dan foto, pemindaian, pengikatan spiral, lem panas, pengikatan sampul keras, laminasi, pencetakan spanduk dan stiker kecil serta penjualan perlengkapan tulis serta mengetik dan mengedit dokumen.
Awalnya, tenaga kerja akan terdiri dari pemilik dan satu karyawan, sementara pada musim puncak akan ada satu orang lagi yang akan dipekerjakan.
Agar usaha dapat bertahan, pemilik dianjurkan memperpanjang jam buka pada musim ujian dan skripsi, menyediakan paket hemat seperti paket skripsi yang mencakup cetak, jilid, dan CD, atau kartu langganan bagi mahasiswa.
Pemasaran dapat memanfaatkan WhatsApp Business dan Google Maps untuk menjangkau pelanggan baru, sedangkan pembayaran digital melalui QRIS memberi kenyamanan tambahan.
Pemilik juga wajib menjaga kerahasiaan berkas pelanggan dan menghapusnya setelah pekerjaan selesai.
Usaha fotokopi dan percetakan di sekitar kampus masih layak dijalankan berdasarkan asumsi di atas.
Kunci keberhasilannya terletak pada lokasi yang strategis, layanan yang lengkap dan cepat, pengendalian biaya bahan, serta kesiapan menghadapi musim sepi.
Usaha ini tidak lagi cukup bila hanya mengandalkan mesin fotokopi, sehingga pelaku usaha perlu beradaptasi dengan layanan digital agar tetap relevan bagi mahasiswa.
Sebelum memulai, calon pemilik sebaiknya melakukan survei langsung ke lokasi, menghitung jumlah pesaing, dan menanyakan harga sewa serta tarif yang berlaku agar perhitungan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
