Konten dari Pengguna

Peramalan SDM: Menyiapkan Karyawan Sebelum Perusahaan Membutuhkannya

Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Freepik.com

Kebutuhan tenaga kerja seharusnya tidak baru dipikirkan ketika perusahaan mulai kekurangan karyawan.

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak hanya membutuhkan modal dan teknologi. Karyawan juga menjadi bagian penting yang menentukan apakah kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, perusahaan perlu mengetahui berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dan kompetensi apa yang harus dimiliki pada masa mendatang.

Di sinilah peramalan sumber daya manusia atau human resource forecasting menjadi penting.

Peramalan SDM merupakan proses memperkirakan kebutuhan tenaga kerja perusahaan di masa depan dengan melihat berbagai kondisi yang dapat memengaruhi jumlah maupun kompetensi karyawan. Peramalan ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan rencana rekrutmen, pelatihan, pengembangan karyawan, maupun penempatan tenaga kerja.

Peramalan SDM bukan sekadar menghitung jumlah karyawan. Perusahaan juga perlu melihat apakah karyawan yang tersedia saat ini masih sesuai dengan kebutuhan bisnis di masa depan.

Perusahaan Perlu Melihat Kondisi Tenaga Kerja Saat Ini

Sebelum memperkirakan kebutuhan tenaga kerja di masa depan, perusahaan perlu mengetahui kondisi SDM yang dimiliki saat ini.

Data seperti jumlah karyawan, usia dan masa kerja, tingkat turnover, absensi, produktivitas, posisi yang kosong, serta kompetensi karyawan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan peramalan.

Sebagai contoh, perusahaan memiliki 100 karyawan, tetapi dalam satu tahun rata-rata 15 karyawan mengundurkan diri. Jika perusahaan tidak memperhitungkan kondisi tersebut, jumlah tenaga kerja pada tahun berikutnya bisa berada di bawah kebutuhan.

Hal seperti ini menunjukkan bahwa peramalan SDM perlu memperhatikan bukan hanya kebutuhan tambahan karyawan, tetapi juga kemungkinan berkurangnya tenaga kerja.

Informasi mengenai kondisi tenaga kerja dan kebutuhan keterampilan juga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di masa depan. International Labour Organization (ILO) menjelaskan bahwa antisipasi kebutuhan keterampilan dapat membantu organisasi memahami perubahan kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan di masa mendatang.

Pertumbuhan Bisnis Mempengaruhi Kebutuhan SDM

Kebutuhan karyawan juga sangat berkaitan dengan perkembangan perusahaan.

Ketika perusahaan membuka cabang baru, meningkatkan produksi, memperluas pasar, atau menambah layanan, kebutuhan tenaga kerja biasanya ikut berubah. Namun, peningkatan kebutuhan tersebut tidak selalu berarti perusahaan harus langsung merekrut banyak karyawan baru.

Perusahaan perlu melihat terlebih dahulu apakah kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh karyawan yang sudah ada.

Misalnya, perusahaan memiliki karyawan yang sebenarnya mampu mengisi posisi baru setelah mendapatkan pelatihan. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan dapat mempertimbangkan pengembangan karyawan daripada langsung melakukan rekrutmen eksternal.

Langkah tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan karena karyawan yang sudah memahami budaya dan sistem kerja perusahaan dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan baru.

Teknologi Juga Mengubah Kebutuhan Tenaga Kerja

Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan dalam melakukan peramalan SDM.

Penggunaan teknologi dapat membuat beberapa pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, di sisi lain, perusahaan juga membutuhkan karyawan dengan kemampuan baru yang mampu menggunakan dan mengelola teknologi tersebut.

Karena itu, perusahaan perlu memperkirakan bukan hanya berapa orang karyawan yang akan dibutuhkan, tetapi juga kompetensi yang diperlukan.

OECD menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja membuat kebutuhan keterampilan ikut berubah. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan keterampilan tenaga kerja.

Artinya, peramalan SDM harus melihat hubungan antara kebutuhan bisnis, perkembangan teknologi, dan kemampuan karyawan.

Jangan Selalu Mengandalkan Rekrutmen

Ketika perusahaan mengalami kekurangan tenaga kerja, rekrutmen sering menjadi solusi pertama yang dipikirkan. Padahal, belum tentu setiap kekurangan tenaga kerja harus diselesaikan dengan menambah karyawan baru.

Ada beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan, seperti memberikan pelatihan kepada karyawan, melakukan mutasi atau rotasi, memberikan kesempatan promosi, melakukan pembagian kembali beban kerja, atau menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.

Dengan begitu, perusahaan dapat menggunakan tenaga kerja yang sudah dimiliki secara lebih optimal.

Hal ini penting terutama bagi perusahaan yang memiliki keterbatasan anggaran. Menambah karyawan berarti perusahaan harus menyediakan biaya untuk gaji, tunjangan, fasilitas, serta proses rekrutmen. Jika kebutuhan tersebut sebenarnya masih dapat dipenuhi melalui pengembangan karyawan yang ada, perusahaan dapat mempertimbangkan pilihan tersebut terlebih dahulu.

Peramalan Harus Menggunakan Data

Peramalan SDM akan lebih bermanfaat apabila dilakukan berdasarkan data.

Perusahaan dapat menggunakan data historis mengenai jumlah karyawan, turnover, produktivitas, pertumbuhan bisnis, serta kebutuhan tenaga kerja pada periode sebelumnya. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan kebutuhan di masa depan.

Namun, data masa lalu tidak dapat digunakan begitu saja tanpa mempertimbangkan kondisi perusahaan saat ini.

Misalnya, perusahaan mengalami perubahan sistem kerja atau mulai menggunakan teknologi baru. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kebutuhan tenaga kerja berbeda dari tahun sebelumnya.

Karena itu, hasil peramalan perlu dievaluasi dan diperbarui secara berkala.

Peran HR Semakin Penting

Peramalan SDM menunjukkan bahwa pekerjaan HR tidak hanya berkaitan dengan administrasi karyawan atau proses rekrutmen.

HR perlu memahami arah bisnis perusahaan dan menghubungkannya dengan kebutuhan tenaga kerja.

Ketika perusahaan ingin meningkatkan kapasitas bisnis, HR harus mampu memperkirakan apakah jumlah dan kompetensi karyawan yang tersedia sudah mencukupi. Jika belum, HR perlu menentukan langkah yang tepat, apakah melalui rekrutmen, pelatihan, promosi, atau pengembangan karyawan.

Dengan demikian, HR memiliki peran dalam membantu perusahaan mempersiapkan tenaga kerja sebelum kebutuhan tersebut benar-benar muncul.

Peramalan SDM Bukan Sekadar Memprediksi Masa Depan

Pada akhirnya, tidak ada peramalan yang dapat memberikan hasil seratus persen tepat. Kondisi bisnis dapat berubah sewaktu-waktu sehingga kebutuhan tenaga kerja juga dapat mengalami perubahan.

Namun, melakukan peramalan tetap lebih baik dibandingkan perusahaan tidak melakukan persiapan sama sekali.

Perusahaan yang melakukan peramalan SDM dapat memiliki gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja, mengetahui potensi kekurangan karyawan, serta menyiapkan langkah yang diperlukan sejak awal.

Inti dari peramalan SDM bukan tentang seberapa tepat perusahaan memprediksi masa depan, tetapi seberapa siap perusahaan menghadapi perubahan tersebut.

Perusahaan yang mampu mempersiapkan tenaga kerja lebih awal akan memiliki peluang lebih besar untuk menjaga produktivitas dan menjalankan strategi bisnis dengan baik.

Karena itu, kebutuhan SDM sebaiknya tidak menunggu sampai masalah muncul. Perusahaan perlu mulai melihat kebutuhan tenaga kerjanya dari sekarang, karena karyawan yang tepat tidak selalu bisa didapatkan dalam waktu singkat.