Optimalisasi Produktivitas Siswa dengan Manajemen Bermedia Sosial yang Terencana dan Efektif
Tulisan dari Mohamad Husen Al Buqori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bogor, 8 Oktober 2026 — Penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Lab Indonesia, Bogor, mahasiswa mengajak siswa memahami pentingnya mengelola media sosial secara terencana untuk mendukung produktivitas.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Siswa melalui Manajemen Bermedia Sosial yang Terencana dan Efektif” ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan media sosial yang lebih terarah. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kebiasaan digital yang produktif.
Salah satu materi yang disampaikan adalah “Plan Before You Post: Merencanakan Konten dan Tujuan di Media Sosial”. Materi ini memperkenalkan prinsip dasar manajemen, mulai dari perencanaan, pengaturan, hingga evaluasi aktivitas media sosial.
Siswa diajak memahami bahwa sebelum mengunggah konten, mereka perlu mempertimbangkan tujuan dan manfaatnya. Perencanaan sederhana dapat dilakukan dengan menentukan jenis konten yang akan dibagikan, waktu publikasi, serta tujuan yang ingin dicapai. Setelah itu, aktivitas tersebut dapat dievaluasi untuk mengetahui hal yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa konsep manajemen tidak hanya berlaku dalam organisasi atau perusahaan. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa juga dapat menerapkannya untuk mengatur aktivitas digital agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif dan diskusi bersama siswa. Melalui pendekatan tersebut, materi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi dasar untuk membangun kebiasaan bermedia sosial yang lebih sadar dan bertanggung jawab.
Evaluasi pembelajaran melalui pre-test dan post-test menjadi bagian dari kegiatan untuk melihat perubahan pemahaman peserta. Berdasarkan data evaluasi terhadap 20 peserta, nilai rata-rata meningkat dari 78,5 menjadi 99,0. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah kegiatan dilaksanakan, meskipun penerapan kebiasaan tersebut dalam jangka panjang tetap memerlukan pembiasaan dan evaluasi lanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap siswa SMK Lab Indonesia, Bogor, dapat menggunakan media sosial secara lebih terencana. Dengan menentukan tujuan sebelum bertindak dan mengevaluasi hasilnya, siswa diharapkan mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan diri.

