Bandung-Jakarta: Mengukir Jejak Perjalanan Studi Industri SMA Trinitas Bandung

Jason Kurniawan, kelahiran Bandung 2010, Siswa kelas X SMA Trinitas. Menulis itu bukan berarti seorang penulis. Menulis itu sebuah keasikan tersendiri dalam imajinasi saya.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Jason Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengalaman pembelajaran siswa secara nyata melalui kegiatan studi industri

Jakarta - Sekolah Menengah Atas (SMA) Trinitas Bandung memiliki cara unik tersendiri untuk menambah wawasan baru bagi para peserta didiknya, terutama siswa kelas X (sepuluh) yang baru saja menginjakan kakinya di masa SMA yang baru bagi mereka. Cara unik yang dilakukan oleh SMA Trinitas adalah dengan melaksanakan program studi industri ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sea World, dan Dunia Fantasi (Dufan) yang berlokasi di Kota Jakarta. Dengan adanya kegiatan studi industri ini, para peserta didik diharapkan dapat lebih memperluas ilmu pengetahuannya mengenai keadaan dunia perekonomian, dan hewan-hewan laut yang jarang ditemui pada kehidupan sehari-hari.
Di pagi yang cerah tepatnya 9 Desember 2025 para rombongan SMA Trinitas sudah bergerak melakukan perjalanan panjang yang menempuh waktu cukup lama dari Bandung menuju Jakarta. Meskipun suasananya sudah memasuki suasana liburan tetapi siswa kelas X masih memiliki antusias besar untuk melaksanakan kewajiban yang masih mereka miliki. Kegiatan ini berjudul studi industri bukan bermain bersama industri.
Suasana di dalam bus terasa seperti pasar yang ramai dengan pengunjung. Di sisi depan, ada tim karaoke dengan suaranya yang merdu. Di sisi tengah, ada perkumpulan pemain kartu profesional. Di sisi lainnya terdapat beberapa murid tertidur pulas dengan earphone di kupingnya dan para murid yang sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Perjalanan jauh ini tak terasa melelahkan akibat suasana nyaman di dalam bus yang mendukung perjalanan.
Setelah menempuh waktu sekitar 4 jam perjalanan yang melelahkan dengan jarak tempuh kurang lebih 152 kilometer dari tempat awal, akhirnya para rombongan SMA Trinitas tiba di Kota Jakarta. Perjalanan panjang itu merupakan awal dari pengalaman dalam mempererat kebersamaan antar siswa kelas X sekaligus merupakan awal dari rangkaian kegiatan studi industri ini.
Setibanya di Jakarta, destinasi pertama yang dikunjungi adalah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlokasi di Gedung IDX Tower, Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan. Langkah pertama para siswa setelah memasuki pintu masuk dikelilingi suasana kemegahan serta keahlian dalam bidang ekonomi yang sangat berbeda dari suasana di sekolah sehari-hari. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan, salah satunya adalah ruangan yang berisi sejarah dari pasar modal, jenis-jenis barang apa saja yang dapat diperdagangkan di pasar modal, dll. Selain itu, ada ruang aula dimana para siswa dijelaskan hal-hal mengenai pasar modal, dll. Di dalam ruangan ini, kami dapat bertanya secara langsung mengenai pasar modal kepada para pemandu acara yang ada. Pelajaran ekonomi sangat terasa dalam gedung ini, terutama mengenai materi investasi dan pengaturan keuangan yang bijak. Materi investasi pasar modal terasa semakin nyata, karena Bursa Efek Indonesia menyediakan simulasi perdagangan saham real time dengan indeks harga asli yang dapat diakses melalui aplikasi resminya yaitu IDX Mobile yang dapat melatih dan memberi wawasan bagi para siswa dalam melakukan perdagangan saham real time.
Tak hanya pelajaran ekonomi saja yang terasa kuat di dalamnya, ada pelajaran matematika yang mendukung semua perhitungan yang terjadi di dalam pasar modal. Di tempat ini, para siswa dapat mengamati berbagai macam grafik persentase kenaikan maupun keturunan dari berbagai emiten yang ada, memperhitungkan keuntungan dan kerugian dari suatu emiten, dan belajar menghitung persentase perubahan harga awal dan akhir dengan rumus, harga akhir dikurangi harga awal dikalikan 100% lalu dibagi dengan harga awal.
Setelah menyerap ilmu yang bermanfaat untuk masa depan, rombongan SMA Trinitas berpindah tempat menuju Sea World yang berada di Jl. Lodan Timur No. 7, RT. 14/RW. 10, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara 14430. Sungguh terlihat perbedaan yang sangat besar diantara saat berada di BEI dimana disana para siswa belajar mengenai angka-angka yang digunakan di dalam pasar modal serta bagaimana kehidupan manusia saat ini selalu berjalan beriringan dengan uang atau alat tukar untuk membeli sebuah barang maupun jasa, sedangkan di Sea World para siswa mempelajari mengenai alam bawah laut dan melihat keindahan dunia bawah laut yang Tuhan ciptakan untuk bisa hidup berdampingan dengan kita.
Di Sea World para siswa-siswi tidak hanya melihat-lihat dan mempelajari dunia bawah laut saja tetapi juga diwajibkan untuk membuat sebuah vlog yang memperlihatkan sebagian kecil keindahan bawah laut yang berada di Sea World serta memberikan sebagian informasi-informasi mengenai dunia bawah laut kepada penonton vlog mereka.
Setelah melihat-lihat indahnya bawah laut, rombongan dari SMA Trinitas melanjutkan perjalanan ke tempat yang sudah dinantikan oleh para siswa dari jauh-jauh hari. Setelah sampai di destinasi terakhir, siswa-siswi dapat melepas semua beban yang ada di pundak dan pergi bermain bersama yang lainnya sebagai acara penutup dari kegiatan studi industri yang menyenangkan sekaligus melelahkan, dan tempat terakhir yang dituju adalah Dufan. Walaupun di Dufan siswa-siswi diharuskan mengisi tugas studi industri namun tugas tersebut dilakukan dengan menyenangkan karena tugas tersebut tidak hanya dilakukan dengan mendengarkan teorinya namun para siswa-siswi bisa mencobanya secara langsung dengan begitu mereka melakukan pengerjaan tugas dengan cara yang lebih menyenangkan serta tidak membosankan.
Setibanya di Dufan, para siswa-siswi tidak langsung bermain dan mengerjakan tugas namun mereka semua mengisi energi terlebih dahulu dengan makan siang bersama di McD. Setelah selesai makan, mereka diperbolehkan untuk berpencar bersama teman-teman mereka untuk pergi bermain. Sama seperti saat siswa-siswi menaiki wahana kora-kora yang mampu membuat para siswa-siswi berteriak ketakutan serta membuat mereka pusing karena ayunannya yang kencang dan tinggi ada pula wahana istana boneka yang mampu memberikan wawasan kepada siswa-siswi mengenai budaya dari setiap daerah yang ada dalam dunia.
Tidak hanya bermain siswa-siswi juga belajar mengenai ilmu fisika, matematika, dan juga sains yang telah diajarkan sebelumnya oleh para guru di SMA Trinitas kepada para siswa kelas X. Para murid diberikan tugas untuk menganalisis konsep-konsep fisika apa saja yang ada dalam wahana di Dufan. Dari konsep-konsep tersebut para siswa juga mengetahui bahwa sebuah wahana dibuat dengan adanya pemikiran yang matang mengenai keselamatan penumpang karena konsep itulah wahana bisa dioperasikan dengan aman dan lancar. Sebagai contoh kita juga dapat melihat wahana halilintar yang pasti akan kita pikirkan yaitu lintasannya yang naik serta turun dengan kecepatannya. Prinsip fisika yang bekerja dalam wahana halilintar berkaitan dengan energi kinetik dan potensial. Ketika kereta meluncur turun, energi potensial tersebut berubah menjadi energi kinetik sehingga kereta dapat melaju dengan sangat cepat. Semakin curam lintasan, semakin besar kecepatan yang dihasilkan. Gravitasi berperan besar dalam menarik kereta ke bawah, sementara gaya sentripetal bekerja saat kereta melewati tikungan atau lintasan melingkar, sehingga penumpang merasakan tekanan ke arah kursi.
Selesai dari bermain dan mengerjakan tugas di Dufan, rombongan dari SMA Trinitas segera berangkat ke salah satu rumah makan yang ada di Ancol untuk makan malam dan mengganti baju. Setelah makan dan mengganti baju, rombongan SMA Trinitas diperkenankan untuk segera kembali kedalam bus untuk pergi meninggalkan Ancol dan pulang ke Bandung. Di perjalanan euforia mereda dan kami merasakan betapa lelahnya tubuh kami setelah bersenang-senang selama seharian ini.
Melalui studi industri ini, kami dapat belajar banyak hal mengenai dunia perekonomian, macam-macam biota laut, hukum fisika dalam wahana yang dapat kami sebarkan kembali ke orang lain. Perasaan positif yang kami dapatkan sangat banyak, karena kegiatan ini dilaksanakan setelah ujian akhir. Oleh karena itu kami merasa sangat lega dan gembira. Kami tertawa lepas, bergembira bersama merupakan momen yang tidak terlupakan dalam benak kami. Terakhir kami berharap bahwa SMA Trinitas akan selalu memberikan kesempatan bagi para siswa-siswinya untuk mengukir kenangan bersama di masa SMA ini karena momen yang dilakukan bersama-sama mungkin tidak dapat terulang kembali di masa depan.
Kelompok 1: Cherryl Angela Nathalie Oey X2/2, Jason Kurniawan X2/11, dan Raymond Aldrich Chownata X2/23.
