Konten dari Pengguna

Dari Backstage ke Runway: Fashionation #6

Mozza Zavira

Mozza Zavira

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mozza Zavira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sukoharjo - Saya merasa ada yang beda setiap kali berdiri di belakang panggung sebelum berjalan di atas runway. Meskipun saya sudah cukup sering mengikuti kegiatan modeling bersama FS Model, tetap ada rasa gugup yang muncul setiap kali akan tampil. Rasanya selalu ada sesuatu yang baru dari setiap panggung yang saya datangi.

Sumber foto: Dokumentasi FS MODEL, dengan izin penggunaan untuk keperluan publikasi artikel.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: Dokumentasi FS MODEL, dengan izin penggunaan untuk keperluan publikasi artikel.

Pada 4 Oktober 2026, saya kembali mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah fashion show dalam acara Fashionation yang diselenggarakan oleh FS Model di Atrium The Park Mall. Kali ini, saya membawakan salah satu koleksi Aiaystylish seorang desainer yang datang langsung dari Yogyakarta untuk menghadiri acara tersebut.

Bagi saya, menjadi model bersama FS Model bukanlah pengalaman yang baru. Saya sudah bergabung dan mengikuti berbagai kegiatan sebagai model di FS Model sejak sebelumnya. Karena itu, ketika mendapatkan kesempatan untuk tampil di Fashionation, saya tidak hanya melihatnya sebagai kesempatan untuk berjalan di atas runway, tetapi juga sebagai salah satu pengalaman yang bisa menambah cerita dalam perjalanan saya sebagai model.

Sebelum tampil, suasana backstage sudah cukup sibuk. Para model mempersiapkan penampilan masing masing, mulai dari mengenakan busana hingga menunggu giliran untuk tampil. Ada rasa tegang, tetapi di saat yang sama juga terasa menyenangkan karena semua orang sedang mempersiapkan diri untuk bagian mereka masing-masing.

Saya sendiri mendapatkan koleksi dari Aiaystylish untuk dibawakan di runway. Busana yang saya kenakan memiliki karakter yang menurut saya cukup unik dan membuat saya semakin penasaran dengan karya-karya lain yang ditampilkan pada hari itu.

Sumber foto: Dokumentasi FS MODEL, dengan izin penggunaan untuk keperluan publikasi artikel.

Ketika mulai melihat model lain berjalan, saya menyadari bahwa setiap desainer memiliki karakter masing-masing. Tidak ada koleksi yang terasa benar-benar sama. Ada busana yang terlihat sederhana, ada yang memiliki detail yang cukup mencuri perhatian, dan ada pula yang terasa eksperimental. Justru keberagaman tersebut yang membuat fashion show terasa menarik untuk diikuti.

Tidak hanya model dewasa, saya juga melihat model anak-anak ikut mengambil bagian dalam fashion show. Selain itu, beberapa influencer juga ikut melakukan catwalk dengan mengenakan busana karya para desainer. Melihat berbagai orang dengan usia dan latar yang berbeda berada di satu runway membuat saya merasa bahwa dunia fashion memang memiliki ruang yang cukup luas untuk banyak orang.

Hal lain yang menarik perhatian saya adalah adanya beberapa desainer yang masih berstatus sebagai Pelajar. Saya cukup kagum ketika mengetahui bahwa seseorang yang masih bersekolah berani membawa karyanya ke sebuah panggung fashion show. Bagi saya, hal tersebut menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu menunggu seseorang memiliki usia atau pengalaman tertentu.

Sumber foto: Dokumentasi FS MODEL, dengan izin penggunaan untuk keperluan publikasi artikel.

Saya juga semakin menghargai proses di balik busana yang saya kenakan. Desainer Aiaystylish datang langsung dari Yogyakarta untuk menghadiri fashion show tersebut. Setelah rangkaian acara selesai, beliau bahkan langsung kembali menuju Yogyakarta. Melihat hal tersebut membuat saya berpikir bahwa apa yang terlihat hanya beberapa menit di atas runway sebenarnya merupakan hasil dari banyak usaha yang dilakukan jauh sebelumnya.

Ketika akhirnya giliran saya untuk tampil tiba, saya mencoba mengesampingkan rasa gugup dan fokus pada langkah saya. Saya berjalan membawakan koleksi Aiaystylish sesuai arahan yang telah diberikan. Waktu yang saya habiskan di runway mungkin tidak lama, tetapi momen tersebut tetap menjadi salah satu bagian yang saya ingat dari Fashionnation.

Bagi saya, menjadi model bukan hanya tentang bagaimana terlihat bagus ketika berjalan di atas panggung. Ada banyak hal yang ikut dipelajari dari setiap kesempatan yang datang, mulai dari kedisiplinan, kepercayaan diri, kemampuan mengikuti arahan, hingga menghargai proses orang lain di balik sebuah karya.

Fashionnation membuat saya kembali menyadari hal tersebut. Dari balik backstage hingga akhirnya melangkah ke runway, saya melihat bahwa sebuah fashion show bukan hanya tentang pakaian yang dipamerkan. Ada model yang membawakannya, desainer yang menciptakannya, dan berbagai proses yang membuat sebuah karya akhirnya bisa dilihat oleh banyak orang.

Saya mungkin hanya berjalan beberapa menit di atas runway hari itu. Namun, pengalaman tersebut meninggalkan cerita yang jauh lebih panjang bagi saya. Dari backstage ke runway, saya tidak hanya membawa sebuah busana, tetapi juga membawa pengalaman baru yang membuat saya semakin menghargai dunia modeling yang selama ini saya jalani.