Media Truth or Dare untuk Layanan Bimbingan Klasikal, Apa menariknya?
Tulisan dari Muhamad Tirta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada Selasa, 1 September 2026, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan layanan bimbingan klasikal di kelas 8 SMP Negeri 2 Godean dengan menggunakan media Truth or Dare (ToD). Kegiatan berlangsung selama 40 menit atau satu jam pelajaran dan diikuti oleh 32 peserta didik. Layanan ini mengangkat materi tentang gaya belajar siswa dengan tujuan membantu peserta didik mengenali cara belajar yang sesuai dengan karakteristik dirinya. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 untuk mencapai hasil belajar yang relevan dan efektif bagi peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai gaya belajar kepada peserta didik. Setelah memahami materi, peserta didik mengikuti permainan Truth or Dare sebagai kegiatan penguatan dan refleksi. Permainan menggunakan lagu dan sebuah botol sebagai alat estafet. Botol diedarkan dari satu peserta didik ke peserta didik lainnya selama lagu diputar. Ketika lagu dihentikan secara acak, peserta didik yang memegang botol mendapat kesempatan untuk memilih satu kartu Truth or Dare secara acak. peserta didik kemudian melakukan perintah atau menjawab pertanyaan yang terdapat pada kartu tersebut.
Isi kartu disesuaikan dengan materi gaya belajar sehingga kegiatan permainan tetap memiliki keterkaitan dengan tujuan layanan. Melalui mekanisme tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat secara langsung dalam kegiatan yang mendorong keberanian, perhatian, dan pemahaman terhadap materi. Peserta didik memberikan respons positif dengan permain ToD.
Peserta didik mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan menunjukkan ketertarikan yang tinggi ketika memasuki sesi Truth or Dare. Suasana layanan menjadi lebih aktif karena peserta didik memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung melalui permainan. Dari kegiatan yang dilaksanakan, peserta didik terlihat mampu memahami materi mengenai gaya belajar dan memperoleh gambaran mengenai cara belajar yang dapat mendukung proses belajarnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media yang interaktif dapat menjadi salah satu alternatif dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal agar siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Kegiatan ini turut mendukung SDGs 4 melalui upaya menciptakan pengalaman pendidikan yang berkualitas, partisipatif, dan membantu peserta didik memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang relevan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik kelas 8 dapat semakin mengenali karakteristik gaya belajarnya dan menerapkannya dalam kegiatan belajar sehari-hari. Penggunaan media Truth or Dare juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media yang dapat dikembangkan dalam layanan bimbingan klasikal agar kegiatan BK lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

