Konten dari Pengguna

Superman 2025 : Ketika Film Menginspirasi Orang untuk Menjadi Lebih Baik

Muhammad Abiyuansyah Haidar

Muhammad Abiyuansyah Haidar

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Abiyuansyah Haidar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Poster Superman 2025 (sumber:imdb)
zoom-in-whitePerbesar
Poster Superman 2025 (sumber:imdb)

Superman pastinya bukanlah tokoh yang terdengar asing di telinga orang-orang. 2025 silam, iterasi terbaru Superman yang disutradarai oleh James Gunn rilis di layar lebar. Setelah iterasi sebelumnya, Man of Steel yang disutradarai oleh Zack Snyder mendapatkan berbagai kritikan karena interpretasinya terhadap superman yang dianggap terlalu dark dan edgy, kini James Gunn selaku sutradara Superman 2025 membawa kembali interpretasi superman yang lebih tradisional dan akurat terhadap karya komik aslinya.

Jika dibandingkan dengan man of steel, Superman 2025 lebih mendapat tuaian yang positif dari audiens, terutama para pembaca serial komik Superman. Penulis sendiri juga secara pribadi lebih menyukai adaptasi Superman garapan James Gunn dibandingkan dengan garapan Zack Snyder. Superman 2025 selain menjadi adaptasi yang membawa Superman back to its root juga terasa seperti respon terhadap iterasi sebelumnya.

Superman versi Zack Snyder, iterasi superman live action yang lebih dark dibandingkan iterasi sebelumnya dan setelahnya ( sumber: usa today)

Menjauh dari interpretasi dark dan edgy karya Zack Snyder, Superman 2025 membawa the last son of krypton back to its root sebagai superhero yang merupakan symbol of hope dan bukan sosok dewata penuntun umat manusia. Ini terlihat dari penokohan karakter Superman yang approachable dan friendly tidak seperti versi Zack Snyder yang terkesan unapproachable, cold dan emotionless.

Pengkarakteran dan keseluruhan tema dari Superman 2025 bahkan mampu memulai tren baru di internet yang dikenal dengan nama tren hopecore. " Kindness is the new punk rock" satu kalimat ini merangkum keseluruhan cerita dan pesan yang ingin disampaikan oleh film dan juga menjadi salah satu pendorong dari tren ini. kata ini bermakna bahwa kita hidup di masa dimana kebaikan, keramahan dan sifat baik hati merupakan suatu hal yang sudah mulai asing di masyarakat sehingga orang yang memiliki sifat-sifat tersebut dianggap sebagai outsider (orang yang dianggap tidak biasa di masyarakat). Inti dari tren dan adaptasi baru ini, secara keseluruhan adalah perlawanan terhadap masyarakat yang mulai meninggalkan sifat-sifat tersebut.

Terlepas dari temanya yang relevan, Superman 2025 bukanlah film yang sempurna. Superman 2025 juga menjadi awal dari cinematic universe yang baru, yaitu DC universe atau DCU menggantikan DCEU sebagai cinematic universe terbaru mereka. Akan tetapi, film ini terasa sebagai suatu pertengahan cerita dalam keseluruhan cinematic universe. Hal ini dikarenakan mereka tidak mau mengulangi membuat origin story yang sudah dilakukan berkali-kali. Sebenarnya ini bisa tidak menjadi masalah jika dieksekusi dengan baik, namun cara mereka untuk menjelaskan plot yang terjadi sebelum film terasa malas dan terkesan tidak kreatif. Penulis juga sebelumnya menyebutkan mengenai tema film yang relevan dan positif, akan tetapi eksekusinya masih perlu ditingkatkan. Cara mereka menyampaikan pesan melalui dialognya yang bisa dibilang terlalu blak-blakan memberi kesan dialog yang unnatural dan terkesan seperti karakter berbicara langsung terhadap audiens bukan audiens yang mengolah pesan yang terdapat dalam cerita.

Walaupun dengan kekurangannya, Superman 2025 tetaplah film yang patut ditonton. FIlm ini membawa sang Man of Tomorrow kembali ke basic-nya sebagai karakter yang merepresentasikan harapan dan potensi manusia untuk kebaikan yang dibuktikan dengan adanya tern hopecore yang populer pada kalangan pengguna media sosial.