Konten dari Pengguna

Dilema Fresh Graduate: Bekerja, Melanjutkan Kuliah, atau Mencari Arah?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Dwiki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wisuda sering kali dianggap sebagai akhir dari suatu perjalanan panjang seorang mahasiswa. Setelah bertahun-tahun mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, menghadapi revisi, hingga akhirnya mengenakan toga, muncul sebuah perasaan lega. Namun, di balik foto wisuda dan berbagai ucapan selamat, ada satu pertanyaan yang diam-diam mulai menghantui banyak fresh graduate yaitu:

"Setelah ini saya harus ke mana?"

Pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi bagi sebagian orang, jawabannya tidak semudah yang dibayangkan. Ada yang langsung mencari pekerjaan, ada yang memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, dan ada pula yang justru mengambil waktu untuk berhenti sejenak karena belum benar-benar mengetahui apa yang ingin dilakukan dalam hidup.

Tidak ada pilihan yang sepenuhnya salah. Sebab, setiap orang memiliki kondisi, kemampuan, kesempatan, dan perjalanan yang berbeda-beda.

Ketika Semua Orang Seolah Sudah Memiliki Jalan

Salah satu hal yang cukup melelahkan setelah lulus adalah melihat pencapaian orang lain. Di media sosial, kita mungkin melihat teman yang sudah diterima di perusahaan impian. Teman lainnya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan perkuliahan. Ada yang mulai membangun bisnis, mengikuti berbagai program pengembangan diri, bahkan sudah terlihat memiliki rencana hidup yang begitu jelas.

Sementara itu, kita masih sibuk memperbarui CV, mengirim lamaran pekerjaan, atau bahkan masih bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya ingin dilakukan. Pada titik tertentu, kita mulai berpikir bahwa diri kita tertinggal. Padahal, kehidupan bukan perlombaan yang memiliki satu garis waktu untuk semua orang.

Ada orang yang menemukan pekerjaannya di usia 22 tahun. Ada yang baru menemukan bidang yang disukai setelah beberapa kali berganti pekerjaan. Ada yang melanjutkan pendidikan terlebih dahulu. Ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan arah hidupnya. Tidak semua orang harus sampai pada tujuan melalui jalan yang sama.

Dilema Fresh Graduate (Sumber: https://pixabay.com/id/illustrations/pertanyaan-tanda-tanya-bisnis-8989979/ )

Bekerja: Apakah Harus Secepatnya?

Bagi sebagian fresh graduate, bekerja setelah lulus adalah pilihan yang paling realistis. Ada kebutuhan finansial yang harus dipenuhi, ada keinginan untuk membantu keluarga, ada pula dorongan untuk segera memiliki penghasilan sendiri dan membuktikan bahwa pendidikan yang selama ini ditempuh dapat diterapkan di dunia kerja. Namun, mencari pekerjaan bukanlah perkara yang mudah.

Lowongan meminta pengalaman, sementara fresh graduate baru saja keluar dari bangku kuliah. Persyaratan pekerjaan terkadang terasa begitu banyak, sedangkan kesempatan yang tersedia tidak selalu sebanding dengan jumlah pencari kerja. Belum lagi ketika lamaran berkali-kali ditolak. Pada akhirnya, seseorang bisa mulai mempertanyakan kemampuannya sendiri.

Padahal, ditolak oleh satu perusahaan tidak berarti kita tidak memiliki kemampuan. Bisa saja posisi tersebut memang belum sesuai, persaingan yang tinggi, atau ada kandidat lain yang lebih cocok dengan kebutuhan perusahaan. Mencari pekerjaan memang membutuhkan usaha, tetapi juga membutuhkan kesabaran.

Yang terpenting bukan sekadar mendapatkan pekerjaan secepat mungkin, melainkan menemukan pekerjaan yang setidaknya dapat menjadi bagian dari proses bertumbuh.

Melanjutkan Kuliah: Mengejar Pendidikan atau Menunda Dunia Kerja?

Pilihan lainnya adalah melanjutkan pendidikan. Bagi sebagian orang, kuliah lagi merupakan cara untuk memperdalam ilmu, meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan, atau mempersiapkan diri untuk bidang pekerjaan tertentu. Namun, keputusan tersebut juga tidak selalu mudah.

Pertanyaan seperti "Untuk apa kuliah lagi?", "Kapan mulai bekerja?", atau "Bukankah lebih baik mencari pengalaman dulu?" mungkin datang dari lingkungan sekitar yang kadang kita tidak pernah menduga. Di sisi lain, melanjutkan pendidikan juga membutuhkan biaya, waktu, dan komitmen yang tidak sedikit. Karena itu, kuliah lagi sebaiknya bukan sekadar karena takut menghadapi dunia kerja atau ingin menunda keputusan tentang masa depan.

Jika memang memiliki tujuan yang jelas dan pendidikan lanjutan dapat membantu tercapainya tujuan tersebut, melanjutkan kuliah bisa menjadi pilihan yang baik. Tetapi jika belum tahu alasan mengapa harus melanjutkan kuliah, mungkin tidak ada salahnya mengambil waktu sejenak untuk mempertimbangkan kembali.

Mencari Arah Bukan Berarti Tidak Melakukan Apa-Apa

Ada satu pilihan yang sering dianggap negatif yaitu berhenti sejenak untuk mencari arah. Padahal, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk langsung mengetahui apa yang diinginkan setelah lulus. Mencari arah bukan berarti bermalas-malasan.

Mencari arah bisa dilakukan dengan mencoba pekerjaan, mengikuti pelatihan, menjadi relawan, membangun portofolio, mengikuti organisasi, mempelajari keterampilan baru, atau sekadar memberikan waktu kepada diri sendiri untuk memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai.

Justru dari berbagai pengalaman tersebut, seseorang mungkin menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Tidak semua jalan harus langsung terlihat jelas sejak awal. Kadang, arah baru terlihat setelah kita berani mengambil langkah pertama.

Jangan Menjadikan Usia sebagai Batas Waktu

Salah satu tekanan terbesar setelah lulus adalah persoalan usia. Banyak sekali pertanyaan atau pernyataan yang mungkin sering kali kita dengar dari orang lain.

"Umur segini harusnya sudah kerja."

"Teman-teman sudah pada sukses."

"Kalau sekarang belum punya kerjaan, kapan mau berhasil?"

Kalimat-kalimat seperti itu dapat membuat seseorang merasa sedang terpacu dengan waktu. Padahal, setiap orang memiliki titik awal dan kondisi yang berbeda.

Ada yang memiliki dukungan finansial dari keluarga, ada yang harus bekerja sambil membantu orang tua, ada yang memiliki akses pendidikan lebih luas, dan ada pula yang harus berjuang dari keterbatasan.

Membandingkan perjalanan dua orang tanpa mengetahui seluruh cerita di baliknya tentu tidak akan pernah adil. Karena itu, daripada terus bertanya mengapa kita belum sejauh orang lain, mungkin lebih baik bertanya:

"Apa yang bisa saya lakukan hari ini agar sedikit lebih dekat dengan kehidupan yang saya inginkan?"

Pertanyaan sederhana tersebut jauh lebih membantu daripada terus menyalahkan diri sendiri.

Pada Akhirnya, Kita Hanya Perlu Terus Berjalan

Menjadi fresh graduate memang membawa banyak pertanyaan. Baik itu tentang pekerjaan, tentang masa depan, tentang finansial, tentang keluarga, tentang kemampuan diri sendiri, bahkan tentang apakah kita selama ini benar-benar berada di jalan yang tepat.

Namun, mungkin kita tidak harus menjawab semuanya sekaligus. Tidak apa-apa jika hari ini kita belum mengetahui lima tahun ke depan akan menjadi seperti apa. Yang paling terpenting, jangan pernah berhenti bergerak.

Jika belum mendapatkan pekerjaan, terus belajar dan mencoba.

Jika ingin melanjutkan kuliah, persiapkan dengan matang.

Jika masih mencari arah, gunakan waktu tersebut untuk mengenal diri sendiri dan memperluas pengalaman.

Sebab, terkadang hidup bukan tentang menemukan jalan yang sudah tersedia, melainkan tentang berajalan sampai akhirnya kita menemukan jalan yang terasa tepat. Wisuda mungkin menandai berakhirnya masa perkuliahan, tetapi bukan berarti kita harus langsung memiliki seluruh jawaban tentang kehidupan.

Kita hanya perlu melangkah. Pelan tidak masalah, selama tidak berhenti.

Dan mungkin, suatu hari nanti, ketika menoleh ke belakang, kita akan menyadari bahwa masa-masa penuh kebingungan setelah wisuda itu ternyata bukan masa ketika kita tersesat.

Melainkan masa ketika kita sedang belajar menemukan arah.