TBM Kolong Ciputat: Dari Kolong Jembatan Menjadi Ruang Pendidikan

Mahasiswa Universitas Pamulang Fakultas Ilmu Komunikasi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Fajar Al Amin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
TBM Kolong Ciputat menjadi ruang literasi, edukasi, dan kolaborasi bagi anak-anak serta masyarakat di kawasan Ciputat

TBM Kolong Ciputat berdiri pada 4 Juni 2016 atas inisiatif mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam komunitas FISIP Mengajar bersama organisasi masyarakat OI Tangsel. Pada awalnya, kawasan kolong jembatan tersebut memiliki citra yang kurang baik dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Namun, melalui semangat kepedulian dan kerja sama berbagai pihak, kawasan tersebut perlahan berubah menjadi ruang publik yang lebih positif, khususnya bagi anak-anak dan warga sekitar.
Kehadiran TBM Kolong tidak hanya bertujuan menyediakan buku bacaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan tambahan di luar sekolah. Berbagai kegiatan edukatif dilakukan, mulai dari membaca, belajar bersama, bimbingan belajar, hingga kegiatan kreativitas. Anak-anak dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menambah pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan mereka dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Selain menjadi tempat belajar, TBM Kolong juga berperan sebagai ruang interaksi sosial masyarakat. Para relawan, anak-anak, dan warga sekitar dapat saling berkomunikasi, berbagi pengalaman, serta membangun hubungan sosial melalui berbagai kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa taman bacaan masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh informasi, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.
Perjalanan TBM Kolong Ciputat menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari kepedulian sekelompok orang terhadap kondisi di sekitarnya. Dengan memanfaatkan ruang yang sebelumnya kurang diperhatikan, TBM Kolong berhasil menghadirkan kegiatan yang memberikan nilai positif bagi masyarakat. Keberadaannya juga menjadi pengingat bahwa pendidikan dan literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Pada akhirnya, TBM Kolong Ciputat bukan sekadar tempat membaca buku di bawah jembatan. Lebih dari itu, tempat ini menjadi simbol semangat gotong royong, kepedulian terhadap pendidikan, dan upaya menciptakan ruang belajar yang terbuka bagi siapa saja. Dari sebuah kolong jembatan, tumbuh harapan untuk membangun generasi yang lebih berpengetahuan, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
