Konten dari Pengguna

Mahasiswa KFO FPOK UPI Magang di NPCI Kota Bandung, Terlibat dalam PEPARPELKOT

MUHAMMAD HILMY HAKIM

MUHAMMAD HILMY HAKIM

Mahasiswa KFO FPOK UPI

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari MUHAMMAD HILMY HAKIM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KFO FPOK UPI dan Tim Pelatih NPCI Kota Bandung serta wasit usai PEPARPELKOT Cabor Renang
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KFO FPOK UPI dan Tim Pelatih NPCI Kota Bandung serta wasit usai PEPARPELKOT Cabor Renang

Bandung – Lima mahasiswa dari Program Studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah melaksanakan program magang di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung. Kegiatan magang ini berlangsung selama tiga bulan, dari 3 Februari hingga 3 Mei 2025.

Mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Fadlan Maulana, Putra Dhawi Anargya, Muhammad Hilmy Hakim, Kahea Abdillah Zulfikar, dan Yaris Zulfan Ibrahim, di bawah bimbingan dosen Geraldi Novian, M.Pd. Tujuan dari magang ini adalah untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah ke dalam dunia kerja nyata, terutama dalam konteks olahraga disabilitas.

Para atlet, pelatih serta mahasiswa KFO FPOK UPI berdoa sebelum selesai latihan

Selama magang, para mahasiswa terlibat aktif membantu pelatih dalam melaksanakan program latihan rutin, khususnya untuk cabang olahraga goalball dan renang. Tantangan utama datang dari interaksi dengan atlet penyandang tunanetra, yang menuntut pendekatan pelatihan yang lebih komunikatif dan empatik.

“Kami belajar bagaimana memberikan instruksi gerakan yang jelas dan mudah dipahami oleh atlet tunanetra. Selain menjelaskan secara verbal, kami juga harus mencontohkan gerakannya, lalu atlet akan meraba bagian tubuh yang menjadi fokus gerakan tersebut,” ujar salah fadlan maulana.

NPCI Kota Bandung sangat terbuka terhadap mahasiswa yang ingin belajar dan terlibat dalam dunia olahraga disabilitas. Selain mendapatkan pengalaman baru, mahasiswa juga berkontribusi langsung dalam kegiatan organisasi.

Puncak keterlibatan mereka terlihat dalam ajang PEPARPELKOT (Pekan Paralimpik Pelajar Kota Bandung) cabang olahraga renang, di mana mereka turut serta dalam pelaksanaan lomba bersama para pelatih dan wasit. Dokumentasi momen kebersamaan usai kegiatan tersebut terekam dalam foto bersama yang menunjukkan kekompakan seluruh tim pelatih, mahasiswa, dan panitia acara.

“Kami sangat berterima kasih kepada NPCI Kota Bandung yang menerima kami dengan hangat dan memberikan banyak pelajaran berharga. Kami belajar bahwa olahraga disabilitas memiliki nilai dan tantangan yang sama dengan olahraga prestasi lainnya,” ungkap para mahasiswa.

Respon dari pihak NPCI juga sangat positif. Mereka mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut.

“Kami merasa terbantu, dan sekaligus senang bisa memperkenalkan olahraga disabilitas lebih dekat kepada mahasiswa. Ini bentuk nyata dari kolaborasi pendidikan dan pengembangan olahraga,” ujar gustiar salah satu pelatih cabor renang.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KFO FPOK UPI berencana mengadakan seminar tentang olahraga disabilitas sebagai bentuk diseminasi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat luas.