Kaya Tanpa Flexing? Mengenal Silent Investing

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Semarang, Jawa Tengah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Nashr Alafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semenjak pandemi Influencer keuangan mulai menjamur di sosial media. Mulai dari edukatif hingga sekadar flexing semata. Dibalik semua itu ternyata ada seseorang yang memilih diam berinvestasi atau biasa disebut Silent Investing.
Dibalik itu semua ada seseorang yang mencoba memilih jalan berbeda. Fenomena ini dikenal dengan nama Silent Investing atau investasi diam tanpa menunjukkan kehidupan investasinya, baik di media sosial ataupun kehidupan nyata.
Apa alasan seseorang memilih diam dan menyembunyikan kekayaannya?
Tentu akan ada berbagai alasan seseorang merahasiakan kekayaan beberapa di antaranya.
Memilih untuk menjaga privasi dan hidup tenang dari kedengkian orang lain.
Ada yang memiliki trauma ketika flexing dan menjadi kesalahpahaman bagi orang lain
Ada juga yang memilih Wealth Preservation dibandingkan menghabiskan uangnya tanpa rencana.
Kuatnya nilai hidup yang dimiliki oleh dengan ungkapan "Kekayaan sejati bukanlah sesuatu yang perlu diumumkan."
Lantas bagaimana seorang Silent Investing belajar?
Meskipun jarang menunjukkan kehidupan pribadinya, seorang yang menganut Silent Investing cenderung belajar secara pasif untuk meningkatkan pemahamannya. Beberapa cara yang dilakukan antara lain.
Belajar diam-diam dari komunitas terpercaya tanpa banyak berkomentar.
Mendengarkan sumber terpercaya terkait finansial, entah dari orang yang lebih berpengalaman, mendengarkan podcast atau video media sosial tanpa meninggalkan banyak jejak digital.
Membuat catatan keuangan dan jurnal pribadi sebagai refleksi tujuan.
Langkah selanjutnya terkadang mencari sesosok Financial Planner diam-diam untuk menumbuhkan kepercayaan dan pengendalian keuangan.
Lantas apa kelebihan dan kekurangan dalam Silent Investing?
Mari dimulai dengan kelebihan di antaranya:
Privasi yang terjaga dengan beberapa orang terpercaya yang mengetahui kehidupan seorang Silent Investing.
Tidak mudah terpengaruh keadaan, ditambah bila memiliki seorang Financial Planner atau Financial Advisor yang membantu gejolak batin tatkala strategi investasi kurang berhasil.
Alhasil seseorang dengan tipe Silent Investing cenderung dapat menikmati hidup dan perjalanan investasi lebih tenang.
Selain kelebihan di atas, Silent Investing tentu memiliki beberapa kekurangan di antaranya:
Terjebak dalam dunianya sendiri: Seseorang yang tidak memiliki komunitas terbuka ataupun teman berdiskusi rentan kebingungan dengan langkah yang akan diambil.
Dampaknya bisa saja terjadi pengambilan keputusan yang tidak tepat dan rawan terfokus pada satu bidang ilmu tanpa mengasah kemampuannya.
Di zaman serba digital seperti saat ini, terdapat dua jenis orang dalam melestarikan kekayaannya.
Ada yang membangun citra melalui cerita kekayaan, ada pula yang membangun kekayaan tanpa bercerita banyak hal.
Terkadang diam bukan berarti kehilangan arah, melainkan cara untuk mempersiapkan diri, dan menikmati proses yang dijalani dalam kesunyian.
