Konten dari Pengguna

Kuliah Subuh Ramadan: KKN Universitas Peradaban Bersama Warga Taraban

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iwan Muzaki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taraban – Suasana Ramadan di Desa Taraban terasa lebih hidup sejak kehadiran mahasiswa KKN Universitas Peradaban. Pada hari pertama puasa, kegiatan dimulai sejak dini hari. Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid desa, mahasiswa bersama masyarakat mengikuti kegiatan kuliah subuh, sebuah tradisi keagamaan yang mempererat hubungan spiritual sekaligus kebersamaan sosial.

Kegiatan Kuliah Subuh di Desa Taraban
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Kuliah Subuh di Desa Taraban

Kegiatan ini menjadi momentum awal yang penuh makna, tidak hanya sebagai bagian dari ibadah Ramadan, tetapi juga sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Dalam suasana masjid yang khusyuk, warga dari berbagai usia—mulai dari anak-anak hingga orang tua hadir mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.

Kuliah subuh diisi dengan tausiyah singkat yang membahas keutamaan Ramadan, pentingnya menjaga niat ibadah, serta semangat memperbanyak amal kebaikan di bulan suci. Mahasiswa KKN turut berperan aktif, baik dalam membantu pelaksanaan kegiatan maupun membangun interaksi hangat dengan warga. Kehadiran mereka memberikan warna baru dalam dinamika keagamaan desa.

Menurut salah satu mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena mereka bisa merasakan langsung kehidupan religius masyarakat desa. “Kuliah subuh ini bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga belajar dari masyarakat. Kami merasakan kebersamaan yang sangat hangat,” ujarnya.

Bagi warga Desa Taraban, kegiatan kuliah subuh bukan hal baru, namun kehadiran mahasiswa KKN memberikan energi tambahan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan.

Kepala dusun setempat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Ramadan. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut melalui program-program positif lainnya selama masa KKN berlangsung, seperti pengajian anak, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Hari pertama Ramadan pun menjadi awal yang berkesan bagi mahasiswa KKN Universitas Peradaban. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna seperti kuliah subuh, mereka tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kehangatan kuliah subuh di Desa Taraban menjadi bukti bahwa Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan juga momentum memperkuat persaudaraan. Di sinilah pengabdian menemukan maknanya hadir, menyatu, dan tumbuh bersama masyarakat.