Taraburn Diresmikan! KKN Peradaban Hadirkan Solusi Sampah untuk Warga Taraban

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban. Aktif menulis isu pendidikan dan sosial.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Iwan Muzaki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Upaya mengatasi persoalan sampah di tingkat desa kini mulai menemukan titik terang. Setelah menyelesaikan pembangunan incinerator sederhana atau rocket stove, tim KKN Universitas Peradaban Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, resmi meluncurkan fasilitas tersebut pada Rabu (18/02/2026).

Incinerator yang diberi nama “Taraburn”plesetan dari nama Taraban menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan solusi pengelolaan sampah berbasis desa.
Peresmian Taraburn tidak sekadar seremoni. Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan sosialisasi pemilahan sampah serta edukasi cara penggunaan rocket stove agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga.
Dari Pembangunan ke Peresmian
Sebelumnya, mahasiswa KKN telah menyelesaikan proses pembangunan incinerator sederhana sebagai alternatif pengolahan sampah rumah tangga. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai.
Momentum peresmian menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan alat tersebut, tetapi juga memahami cara penggunaannya secara tepat.
Dalam kegiatan tersebut, tim KKN turut mengundang Kepala Dusun 1 Karanganyar, Ibu Iin, serta perwakilan RW dan RT setempat. Kehadiran perangkat desa menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan legitimasi program agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga.
Sosialisasi Pemilahan Sampah
Selain peresmian, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Warga diajak memahami bahwa rocket stove bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih bijak.
Sampah kering yang sulit terurai dapat dimanfaatkan melalui Taraburn, sementara sampah organik dianjurkan untuk dikelola secara terpisah.
Penjelasan dilakukan secara langsung dan interaktif agar masyarakat dapat memahami manfaat serta prosedur penggunaan incinerator secara aman.
Disambut Hangat Masyarakat
Peresmian Taraburn berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Warga yang hadir menunjukkan antusiasme terhadap inovasi sederhana tersebut. Dukungan masyarakat menjadi modal penting agar program tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa KKN Universitas Peradaban, program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Melalui Taraburn, tim KKN berharap Desa Taraban dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar.
