Dinobatkan Kampung Moderasi Beragama, Inilah Cerminan Toleransi di Desa Ciakar

Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nabil Zahran tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
EKSISTENSI KAMPUNG MODERASI BERAGAMA PEMUPUK RASA TOLERANSI WARGA

Desa Ciakar, Kabupaten Tangerang - telah mewujudkan wajah toleransi antar sesama penduduknya meskipun berbeda keyakinan. Dalam suatu wawancara dengan salah satu tokoh dari desa tersebut, yakni Bapak Abi Jajat yang menjelaskan:
"...Bahwasannya kampung moderasi beragama yang berlokasi di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang ini dianggap sebagai langkah awal masyarakat desa untuk mewujudkan rasa toleransi dan hidup secara berdampingan antara umat beragama, yang diharapkan dapat mewujudkan kondisi aman, damai dan sejuk dalam lingkungan kehidupan sehari - hari," - Ujarnya dalam diskusi wawancara (10/12/2023).
Berdasarkan penuturan narasumber, diketahui bahwa masyarakat di Desa Ciakar sudah sejak tahu 1970-an sudah berkehidupan dengan nuansa multikultural yang sangat menjunjung tinggi rasa toleransi, yang artinya sudah banyak kepercayaan yang beragam di desa tersebut. Meskipun di tengah keberagaman, tidak sedikit pun perpecahan itu terjadi di kalangan masyarakatnya. Sebab, banyak masyarakat pun sudah hidup berdampingan dan hidup dalam kebersamaan dengan toleransi yang tinggi di tengah - tengah keberagaman identitas kepercayaan seperti Islam, Kristen, Buddha, Hindu dan Konghucu.
Sebagai penutup, Bapak Abi Jajat mengatakan suatu hal yang menurut saya sangat menggugah akan sebuah contoh positif bagi publik lainnya, sebagaimana beliau mengatakan bahwa
"...Sehingga, dengan disematkannya penghargaan sebagai Kampung Moderasi Beragama pada desanya tersebut, sudah cukup menunjukkan rasa kebersamaan, memperkuat, memperlihatkan, serta mencontohkan pada publik akan indahnya suatu kebersamaan atas pengejawantahan nilai - nilai multikulturalisme," - Ujarnya.
Dari wawancara tersebut, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan dalam beragama, maka di perlukan rasa toleransi dan menghargai yang tinggi dengan perbedaan. Maka dari itu dengan moderasi beragama masyarakat dapat hidup berdampingan antar umat beragama dan interaksi tanpa ada konflik yang menimbulkan perpecahan. Suatu terobosan untuk mencapai moderasi beragama salah satunya yaitu membuat “Kampung Moderasi Beragama” yang menjadi mercusuar harapan dan motivasi dalam mencapai sebuah upaya untuk memperbaiki, membenahi, menjaga antar keyakinan umat beragama.
Pewawancara:
Nabil Zahran Aryadi
Mohammad Haikal
Rizky Dwi Purnama
Penulis:
Nabil Zahran Aryadi
