Udara Semakin Tidak Sehat? Lakukan 5 Langkah Ini agar Tubuh Tetap Prima

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Airlangga.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari NADYA SYAFIQOTUN NABILA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa waktu terakhir, kualitas udara di banyak kota terasa kurang bersahabat. Langit tampak keruh, mata terasa perih, dan tenggorokan mudah gatal. Kondisi ini bukan sekadar gangguan kenyamanan. Partikel halus di udara, seperti PM2,5, berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan, bahkan terserap ke dalam aliran darah.
Kita memang tidak bisa mengendalikan kualitas udara di luar sana. Namun, kita bisa mengatur cara melindungi diri. Berikut lima langkah sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari.
1. Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas
Biasakan mengecek Indeks Kualitas Udara (AQI) sebelum keluar rumah, sama seperti kita memeriksa perkiraan cuaca. Informasi ini dapat diakses melalui situs atau aplikasi resmi, seperti BMKG atau aplikasi pemantau kualitas udara lainnya. Jika indeks menunjukkan kategori tidak sehat, kurangi aktivitas di luar ruangan. Kewaspadaan ini penting, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma atau penyakit jantung. Dengan mengetahui kondisi udara sejak awal, kita bisa menyusun rencana harian yang lebih aman, misalnya menunda urusan di luar rumah hingga kualitas udara membaik.
2. Gunakan masker yang tepat saat keluar rumah
Tidak semua masker memberikan perlindungan yang sama. Masker kain biasa kurang efektif menahan partikel halus. Pilih masker dengan kemampuan penyaringan yang baik, seperti N95, KN95, atau KF94. Pastikan masker terpasang rapat di wajah tanpa celah di sekitar hidung dan pipi. Masker yang longgar akan mengurangi efektivitas perlindungannya secara signifikan. Ganti masker jika sudah lembap atau kotor. Jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai atau melepas masker.
3. Lakukan olahraga rutin dengan memilih tempat yang aman
Saat kondisi udara mulai tidak sehat, olahraga tetap perlu dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, lokasi olahraga juga perlu diperhatikan. Saat kualitas udara buruk, bernapas lebih dalam dan cepat dapat membuat lebih banyak polutan terhirup. Pilih olahraga di dalam ruangan, seperti yoga, senam, peregangan, atau latihan beban ringan. Jika terpaksa berolahraga di luar, pilih waktu ketika udara relatif lebih bersih dan hindari area dekat jalan raya yang padat kendaraan. Jika tubuh mulai terasa tidak nyaman, misalnya mengalami batuk atau sesak napas, hentikan aktivitas dan beristirahatlah di tempat yang lebih aman.
4. Bersihkan diri setelah beraktivitas di luar
Partikel polutan dapat menempel pada kulit, rambut, dan pakaian. Setelah sampai di rumah, biasakan mencuci tangan dengan sabun dan membersihkan wajah. Berkumur juga dapat dilakukan jika diperlukan. Bila memungkinkan, segera mandi dan ganti pakaian agar polutan tidak terbawa ke dalam rumah atau menempel pada benda-benda di sekitarnya. Langkah sederhana ini membantu mengurangi paparan polutan, terutama bagi anak kecil yang sering bermain di luar rumah.
5. Jaga kualitas udara dan kondisi tubuh di dalam rumah
Saat polusi sedang tinggi, tutup jendela dan ventilasi ketika kualitas udara di luar sedang buruk. Bersihkan lantai dengan alat pel basah atau penyedot debu agar debu tidak beterbangan. Jika memiliki pembersih udara (air purifier), gunakan di ruangan yang paling sering ditempati, seperti kamar tidur. Tubuh yang bugar dapat membantu kita menjaga kesehatan. Cukupi kebutuhan air putih, konsumsi makanan bergizi yang kaya buah dan sayur, serta usahakan tidur yang cukup setiap hari. Kebiasaan sehat ini membantu menjaga kondisi tubuh ketika udara di luar sedang tidak bersahabat.
Udara tidak sehat memang bukan masalah yang bisa diselesaikan seorang diri. Namun, dengan kebiasaan yang tepat, kita dapat mengurangi risikonya bagi diri sendiri dan keluarga. Mulailah dari hal-hal kecil: cek kualitas udara, gunakan masker yang sesuai, berolahraga di tempat yang aman, serta jaga kebersihan diri dan rumah. Kesehatan adalah investasi yang paling berharga. Menjaga kesehatan dapat dimulai dari napas yang kita hirup setiap hari.
