Asam Amino Lisin Untuk Nutrisi Ikan: Edukasi Akuakultur Ramah Lingkungan

Mahasiswa Akuakultur Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Najjiya Felisia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal merupakan salah satu desa pesisir yang memiliki potensi besar di sektor perikanan. Mayoritas masyarakat membudidayakan ikan lele sebagai sumber mata pencaharian. Tingginya permintaan pasar menjadikan budidaya lele sebagai usaha yang menjanjikan. Namun, kenaikan harga pakan menjadi tantangan bagi pembudidaya karena biaya pakan dapat mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pemahaman mengenai manajemen pakan yang tepat agar pertumbuhan ikan tetap optimal tanpa mengurangi kualitas budidaya.
Tim KKN Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi peran asam amino lisin dalam pakan ikan lele kepada masyarakat Desa Tambaksari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pembudidaya mengenai pentingnya kandungan nutrisi dalam pakan. Informasi yang disampaikan mengenai peran lisin dalam membantu pembentukan protein dan mendukung pertumbuhan jaringan dan otot sehingga pertumbuhan ikan optimal. Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya memilih pakan dengan nutrisi seimbang sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya.
Melalui kegiatan edukasi ini, Tim KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Tambaksari memahami pentingnya kualitas nutrisi pakan dalam budidaya ikan lele. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pembudidaya untuk menerapkan manajemen pakan yang lebih baik sehingga produktivitas budidaya meningkat, pertumbuhan ikan lebih optimal, mempercepat masa panen dan usaha budidaya dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kesan: :"Warga sangat antusias saat saya memaparkan program kerja saya terkait peranan lisin untuk budidaya ikan lele"
Laporan oleh: Najjiya Felisia Majid
