Konten dari Pengguna

Konsep Rencana Strategi dan Rencana Operasional dalam Perencanaan SDM

Natasia Saragih

Natasia Saragih

Natasia Saragih mahasiswa universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Natasia Saragih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambar : Dibuat dengan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambar : Dibuat dengan AI

Banyak organisasi memiliki tujuan besar yang terdengar meyakinkan, tetapi sebagian menghadapi tantangan ketika harus mewujudkannya. Masalahnya jarang terletak pada kurangnya ide. Sering kali yang hilang adalah jembatan antara arah yang ingin dituju dan pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM), jembatan itu dibangun oleh dua hal yang saling melengkapi, yaitu rencana strategi dan rencana operasional.

Untuk memahaminya, kita perlu mulai dari rencana strategi. Rencana ini adalah rencana khusus tentang bagaimana organisasi mencapai arah masa depannya. Cakupannya jangka panjang, umumnya lima hingga sepuluh tahun, karena tujuannya memang mengantisipasi kondisi yang belum terjadi. Di dalamnya terdapat keputusan tentang program apa yang akan dijalankan dan berapa sumber daya yang dialokasikan untuk setiap program. Nilai terbesarnya sering kali ada pada prosesnya, sebab diskusi dan negosiasi saat rencana disusun membuat para pengambil keputusan menyamakan pandangan tentang ke mana organisasi akan melangkah.

Meski begitu, rencana strategi perlu disusun dengan pemikiran yang matang agar benar-benar menjadi pegangan dalam mengambil keputusan. Prosesnya pun memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Karena itu, kedalaman pemikiran di dalamnya menjadi hal yang paling menentukan. Rencana strategi baru terasa manfaatnya jika benar-benar memengaruhi keputusan yang diambil. Dan agar pengaruh itu terasa, arah besar tadi perlu dijabarkan ke dalam langkah yang lebih nyata.

Di sinilah rencana operasional berperan. Jika rencana strategi menentukan arah yang hendak dituju, rencana operasional menentukan cara menempuhnya. Jangka waktunya lebih pendek, isinya lebih rinci, dan ruang lingkupnya lebih sempit. Ia menguraikan apa yang harus diselesaikan, siapa yang bertanggung jawab, kapan harus selesai, berapa biayanya, dan mengapa hal itu penting. Dengan begitu, setiap anggota tim memahami apa yang diharapkan darinya hari ini dan bagaimana pekerjaannya berkaitan dengan tujuan organisasi. Karena targetnya terukur, kemajuan juga bisa dicatat dan dievaluasi dari waktu ke waktu, sehingga bagian yang berjalan baik dapat dipertahankan dan bagian yang masih tertinggal dapat segera diperbaiki.

Karena itulah, keduanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Rencana operasional pada dasarnya adalah alat untuk melaksanakan rencana strategi, sehingga urutannya jelas, strategi lebih dulu dan operasional kemudian. Langkah harian akan lebih bermakna bila disertai arah yang jelas. Sebaliknya, strategi yang tidak diturunkan menjadi rencana operasional hanya akan menjadi gagasan yang sulit diwujudkan. Hubungan keduanya pun berjalan dua arah, karena hasil evaluasi di lapangan menjadi bahan untuk meninjau kembali strategi. Masa depan selalu berubah, dan organisasi perlu bersikap adaptif terhadap perubahan tersebut.

Hubungan yang saling menguatkan ini juga berlaku dalam perencanaan SDM. Strategi menetapkan gambaran besar tentang kualitas dan jumlah SDM yang diperlukan di masa depan, sedangkan rencana operasional menurunkannya menjadi kegiatan nyata seperti perekrutan, pelatihan, dan pembagian tanggung jawab. Tanpa keduanya yang saling terhubung, organisasi mudah mengalami ketidaksesuaian antara kemampuan yang tersedia dan kebutuhan yang ada, terutama pada saat yang genting.

Pada akhirnya, rencana strategi dan rencana operasional bukan dua hal yang berdiri terpisah, melainkan satu rangkaian dari gagasan hingga tindakan. Menurut saya, organisasi yang tumbuh dengan sehat adalah organisasi yang tidak berhenti pada rencana besar dan tidak pula mengabaikan langkah-langkah kecil yang mendukungnya. Arah yang jelas dan langkah yang terukur akan selalu berjalan beriringan.