Konten dari Pengguna

Dari Kelas ke Kebun Stroberi: Mahasiswa Akuntansi UINSA KKL di Desa Oro-Oro Ombo

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naufal Febri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi Program Studi Akuntansi UINSA - Cindy Tiara Rahmadinanda
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Program Studi Akuntansi UINSA - Cindy Tiara Rahmadinanda

Kota Batu – Selasa, 06 Oktober 2026, kami, mahasiswa semester 5 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel Surabaya, mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Oro-Oro Ombo di BUMDes Panderman, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Bidang Pendampingan Pencatatan Akuntansi ini bertujuan melatih kami mendampingi pencatatan akuntansi melalui praktik langsung di lapangan.

Latar Belakang

Desa Oro-Oro Ombo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang pariwisata dan kegiatan ekonomi. Sebagai desa wisata yang terus berkembang, desa ini perlu mengelola potensinya dengan baik agar mendukung kemandirian ekonomi. Salah satu upayanya melalui BUMDes Panderman, yang mengelola berbagai usaha desa, termasuk budidaya stroberi.

Selain BUMDes, UMKM juga berperan penting menggerakkan perekonomian masyarakat. Pelaku UMKM perlu memahami pengelolaan keuangan sederhana, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memisahkan uang pribadi dari uang usaha, serta mengetahui untung atau rugi. Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha lebih mudah membaca kondisi keuangan dan menentukan langkah pengembangan usahanya.

Bagi kami, KKL ini menjadi kesempatan menerapkan ilmu perkuliahan di tengah masyarakat dan memahami langsung tata kelola desa wisata, BUMDes, serta keuangan UMKM.

Rangkaian Kegiatan

Perjalanan kami diawali dengan pelepasan di kampus UINSA Surabaya yang dipandu oleh Bapak Moch. Ilyas Junjunan, SE., MA. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Bapak Dr. Sirajul Arifin, S.Ag., S.S., M.E.I., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Setelah itu, rombongan mahasiswa dan dosen berangkat menuju Desa Oro-Oro Ombo. Kami didampingi Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Mazroatus Sa'adah, M.Ag., Sekretaris Program Studi Akuntansi, Ashari Lintang Yudhanti, SE., M.Ak., serta dosen Program Studi Akuntansi lainnya: Ibu Dr. Binti Shofiatul Jannah, SE., MSA., CSRS., CSRA., CPIA.; Ibu Dwi Koerniawati, SE., M.Ak., Ak., CA.; Ibu Nurul Lathifah, SA., MA.; Bapak M. Maulana Asegaf, MHI.; Bapak Bima Rafly Fachrezzi, SA., MA.; Ibu Ajeng Tita Nawangsari, SE., MA., Ak; Bapak Abdullah Kafabih, M.SE.; Bapak Rianto Anugerah Wicaksono, ST., M.SEI; Ibu Luqita Romaisyah, SA., MA.; Ibu Ratna Anggraini Aripratiwi, SE., MSA., Ak., CA.; Bapak Moch. Ilyas Junjunan, SA., MA.; dan Bapak Dr. Imam Buchori, SE., M.Si., CITAP

Setibanya di Desa Oro-Oro Ombo, acara yang dipandu oleh MC, Dinda Silvi Rahayu, mahasiswi Akuntansi semester 5, dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Akuntansi dan Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Bapak Wiweko. Setelah doa, dilakukan penandatanganan MoU antara Program Studi Akuntansi UINSA dan Desa Oro-Oro Ombo, penyerahan vandel, serta sesi foto bersama.

Sesi materi dipandu moderator, Ibu Dr. Binti Shofiatul Jannah, SE., MSA., CSRS., CSRA., CPIA. Wiweko memaparkan bahwa Oro-Oro Ombo pernah berstatus desa tertinggal pada 2008, lalu menjadi desa mandiri pada 2021. Pertanian, peternakan, dan pariwisata terus dikembangkan, disertai kerja sama pemanfaatan aset desa dengan pihak ketiga untuk menambah Pendapatan Asli Desa dan membuka lapangan kerja

Bendahara Operasional Desa Oro-Oro Ombo, Bapak As'at Nursalim Ma'as Hamzah, menjelaskan pengelolaan BUMDes Panderman beserta unit usahanya, mulai dari ATK dan fotokopi, kuliner, rest area, hingga peternakan ayam petelur. Beliau juga menekankan empat prinsip tata kelola yang baik: koordinasi, akuntabilitas, kolaborasi, dan kewajaran.

Narasumber akademisi, Bapak Dr. Imam Buchori, SE., M.Si., CITAP, mengingatkan pentingnya memisahkan harta pribadi dari harta usaha. Menurutnya, pencatatan yang tertib membantu usaha mengakses permodalan dan menjelaskan kronologi transaksi saat diperiksa. Sesi ditutup dengan diskusi tanya jawab.

Usai ISHOMA, kami mengunjungi unit usaha BUMDes Panderman dan mengikuti kegiatan petik stroberi sambil melihat cara budidayanya dirawat. Stroberi tersebut dijual BUMDes kepada reseller dengan harga Rp100.000 per kilogram. Dari situ kami melihat langsung bahwa hasil usaha yang dijual harus dicatat dengan rapi. Rombongan lalu mengunjungi Alun-alun Batu sebelum kembali ke Surabaya.

Sumber: Dokumentasi Program Studi Akuntansi UINSA - Nathania Mutiara Hendriani
Sumber: Dokumentasi Program Studi Akuntansi UINSA - Ayu Puspitasari

Kesan Mahasiswa

Menurut kami, materi terasa jauh lebih mudah dipahami karena langsung dikaitkan dengan kondisi nyata di lapangan. Selama ini kami mengenal akuntansi sebagai angka dan laporan di kelas. Di BUMDes Panderman, kami melihat bahwa pencatatan sederhana justru menentukan apakah sebuah usaha desa bisa bertahan dan dipercaya. "Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kami tidak hanya paham teori, tetapi juga bisa menerapkannya," ujar Nazwa, mahasiswi Akuntansi semester 5.

Dampak dan Hasil

Kegiatan ini memberi pengalaman belajar di luar kelas. Kami melihat bahwa unit usaha BUMDes menghasilkan bagi hasil yang dilaporkan berkala dan menjadi sumber Pendapatan Asli Desa. Kami juga memahami bahwa akuntansi bukan sekadar mencatat, tetapi juga soal kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas.

Hasil konkretnya adalah penandatanganan MoU antara Program Studi Akuntansi UINSA dan Desa Oro-Oro Ombo. Melalui observasi dan diskusi dengan pengurus, kami juga memperoleh gambaran kebutuhan BUMDes dalam administrasi dan keuangan, yang bisa menjadi dasar pendampingan atau pelatihan berikutnya.

Penutup

Kami berharap kerja sama ini berlanjut melalui pendampingan pencatatan akuntansi, pelatihan administrasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung pengelolaan BUMDes dan desa secara berkelanjutan.

Penulis: Naufal Febrianzhar, Enriza Febian Wahyu Putra, Naily Mashlahah, Nathania Mutiara Hendriani, Naurah Febry Az-zahra, Nazwa Muharramatul Laila, Nia Rahmadani, Nor Avni Aulia Nisa, Novalia Zaqiah, Oky Wahyu Rahma Sari, Radhine Tanazzalul Kamila, dan Ragil Claudia Az-zahra Oetomo Putro