Konten dari Pengguna

"Kuliah Sambil Kerja: Capek, Tapi Nggak Punya Pilihan"

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naufal Hafizh Sulisyana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

resource : koleksi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
resource : koleksi pribadi

Menjadi mahasiswa itu tidak mudah.

Tugas, jadwal padat, tekanan akademik, semua datang bersamaan. Tapi jadi mahasiswa yang juga harus kerja sambil hidup mandiri? Itu level lelah yang beda.

Bukan karena ingin sok sibuk atau mengejar mimpi yang terlalu muluk. Tapi karena hidup menuntut itu.

Ada yang harus dibayar. Ada dapur yang harus tetap ngebul. Ada biaya kuliah yang kalau ditunggu bantuan orang tua, nggak akan cukup.

Buat sebagian orang, kuliah sambil kerja adalah pilihan.

Tapi buat banyak lainnya, itu satu-satunya jalan.

Setiap pagi bangun lebih awal. Bukan untuk olahraga atau sarapan santai, tapi karena harus bersiap ke kampus atau shift pagi. Kadang habis kelas langsung kerja. Kadang kerja dulu, lalu kuliah malam. Weekend bukan untuk healing, tapi justru waktu tambahan buat cari uang lebih.

Tidur? Seringnya dicuri di sela transportasi.

Makan? Yang penting kenyang, bukan sehat.

Hiburan? Terakhir kali nonton bioskop bahkan sudah lupa kapan. Di luar, orang melihatmu sebagai anak muda yang “mandiri” dan “tangguh.” Tapi di balik semua itu, ada kepala yang sering pusing sendiri.Ada hati yang kadang lelah dan ingin berhenti sebentar, tapi tak bisa.Namun anehnya, dari semua tekanan itu, kamu justru tumbuh lebih kuat.

Kamu belajar disiplin bukan karena teori, tapi karena hidup memaksamu.

Kamu belajar manajemen waktu, bukan dari buku, tapi dari realita harian yang padat.

Kamu belajar tentang manusia, tentang tanggung jawab, dan tentang tidak semua orang akan mengerti jalan yang kamu pilih.

Kamu belajar jadi dewasa, bukan dari seminar motivasi, tapi dari kenyataan bahwa kalau kamu nggak gerak, nggak akan ada yang bergerak untukmu.

Kuliah sambil kerja itu capek. Kadang merasa sendirian. Kadang iri sama teman yang bisa fokus kuliah tanpa mikirin ongkos. Kadang iri sama mereka yang bisa istirahat tanpa dihantui shift tambahan atau tagihan.

Tapi di tengah semua rasa itu, kamu tetap berjalan. Pelan-pelan, tapi pasti. Buat kamu yang hari ini masih berjuang membagi waktu, tenaga, dan harapan terima kasih sudah bertahan.

Kamu mungkin nggak punya pilihan, tapi kamu tetap memilih untuk nggak nyerah.

Dan itu, sudah lebih dari cukup untuk disebut luar biasa.