Ada Hal yang Sudah Kita Rencanakan, tetapi Tidak Ditakdirkan untuk Kita

Saya mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Nazra Aulia Farhaniyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita sering menjalani hidup dengan rencana yang sudah disusun sedemikian rupa. Setelah lulus ingin mendapatkan pekerjaan tertentu, setelah bekerja ingin memiliki tabungan, kemudian ingin membeli rumah, menikah, atau mencapai berbagai hal yang sudah lama dibayangkan. Rencana tersebut membuat hidup terasa memiliki arah. Namun, tidak semua yang kita susun berjalan sesuai dengan keinginan.
Ada pekerjaan yang sudah diharapkan ternyata diberikan kepada orang lain. Ada hubungan yang selama ini dijaga justru harus berakhir. Ada kesempatan yang sudah ditunggu lama tetapi tiba-tiba hilang. Bahkan, terkadang kita sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil yang datang tetap berbeda dari apa yang dibayangkan.
Hal seperti itu sering membuat kita bertanya, mengapa sesuatu yang sudah diperjuangkan justru tidak menjadi milik kita?
Menurut saya, salah satu hal tersulit dalam hidup bukan hanya berusaha mendapatkan sesuatu, tetapi belajar menerima ketika sesuatu yang kita inginkan ternyata tidak menjadi bagian dari perjalanan kita.
Kita terbiasa menganggap keberhasilan sebagai sesuatu yang harus sesuai dengan rencana. Ketika mendapatkan apa yang diinginkan, kita merasa usaha telah membuahkan hasil. Sebaliknya, ketika rencana gagal, kita mudah menganggap diri sendiri kurang beruntung atau kurang mampu.
Padahal, kegagalan sebuah rencana tidak selalu berarti kegagalan hidup.
Ada kalanya sebuah pekerjaan yang tidak kita dapatkan justru membuat kita menemukan kesempatan lain yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Ada hubungan yang berakhir karena memang tidak lagi membawa kebaikan bagi kedua pihak. Ada pula keinginan yang harus ditunda karena keadaan belum memungkinkan.
Masalahnya, kita sering baru memahami alasan di balik sebuah kejadian setelah melewati waktu yang cukup panjang.
Ketika sedang berada di dalam situasi sulit, kita hanya melihat apa yang hilang. Kita belum mampu melihat kemungkinan lain yang mungkin muncul setelahnya. Karena itu, menerima keadaan sering terasa jauh lebih sulit daripada memperjuangkannya.
Bukan berarti kita harus berhenti membuat rencana.
Memiliki tujuan tetap penting. Kita tetap perlu belajar, bekerja, berusaha, dan mengambil keputusan dengan sungguh-sungguh. Hanya saja, kita juga perlu memahami bahwa usaha manusia memiliki batas. Ada bagian dari kehidupan yang berada di luar kendali kita.
Di situlah keyakinan tentang takdir mengajarkan sesuatu yang sederhana: manusia boleh memiliki keinginan, tetapi tidak semua keinginan harus menjadi kenyataan.
Bagi sebagian orang, menerima takdir mungkin terdengar seperti menyerah. Padahal, keduanya berbeda. Menyerah berarti berhenti berusaha, sedangkan menerima berarti tetap melakukan yang terbaik sambil memahami bahwa hasil tidak selalu dapat kita tentukan sendiri.
Kita boleh kecewa ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Kita boleh menangis ketika kehilangan sesuatu yang sangat diinginkan. Kita juga boleh membutuhkan waktu untuk kembali berdiri. Menerima bukan berarti harus langsung merasa baik-baik saja.
Yang perlu dihindari adalah terus menghukum diri sendiri karena sesuatu yang memang sudah berada di luar kendali.
Kehidupan tidak selalu berjalan dalam garis lurus. Ada rencana yang berhasil, ada yang tertunda, dan ada pula yang harus dilepaskan. Masing-masing pengalaman membawa pelajaran yang berbeda.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk bertanya mengapa sesuatu tidak menjadi milik kita, sampai lupa melihat apa yang masih ada di hadapan kita.
Tidak semua pintu yang tertutup harus dipaksa terbuka kembali. Terkadang, kita hanya perlu berhenti sejenak, menerima bahwa jalan tersebut memang tidak tersedia, lalu mencari jalan lain dengan hati yang lebih tenang.
Kita tidak pernah benar-benar mengetahui seluruh alasan di balik sebuah kejadian. Apa yang terlihat sebagai kehilangan hari ini mungkin memiliki arti berbeda beberapa tahun kemudian. Yang dapat kita lakukan adalah tetap berusaha, menjaga keyakinan, dan menjalani bagian hidup yang masih diberikan kepada kita.
Sebab, hidup bukan hanya tentang mendapatkan semua yang kita inginkan. Ada kalanya hidup mengajarkan kita untuk melepaskan, menunggu, menerima, dan percaya bahwa tidak semua yang pergi berarti kehidupan kita menjadi lebih buruk.
