Konten dari Pengguna

IPB University Jalin Kerjasama dengan Pemkab Kutai Barat

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

IPB University Jalin Kerjasama dengan Pemkab Kutai Barat
zoom-in-whitePerbesar
IPB University Jalin Kerjasama dengan Pemkab Kutai Barat

IPB University Jalin Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka membangun daerah Kabupaten Kutai Barat. Kesepakatan tersebut diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diselenggarakan di Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga, Bogor 16/9.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kutai Barat, Ayonius, SPd, MM menjelaskan Kutai Barat terdiri dari beberapa suku. "Kutai Barat posisi yang sangat aman berbeda dengan tempat lain yang suka rusuh," ujarnya.

Ia melanjutkan, dengan adanya kerjasama ini semoga bisa saling kerjasama lagi untuk kedepan nya. Kutai Barat sangat mengharapkan uluran tangan dan pemikiran dari IPB University untuk membantu masyarakat Kutai Barat dari segi pembangunan.

"Saya melihat IPB University memiliki banyak inovasi-inovasi seperti beras jagung dan lainnya, sementara Kutai Barat mempunyai potensi untuk pengembangan itu," ungkap Ayonius, SPd, MM. Menurutnya, Kutai Barat banyak lahan tidur. Memang untuk mengubah mindset itu agak sulit. Ia mengatakan bahwa Kutai Barat itu bukan petani melainkan peladang.

Lebih lanjut, Wakil Rektor IPB University Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni, Prof Dodik Ridho Nurrochmat mengucapkan rasa syukur karena IPB University sampai dengan saat ini menjadi pelopor jalur masuk tanpa tes, termasuk yang sedang heboh adalah jalur mandiri. Jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) adalah salah satu contoh jalur mandiri yang memberikan kemanfaatan.

"Kita bisa bayangkan jika jalur mandiri akan dihapus sepenuhnya. Maka, mahasiswa atau calon mahasiswa dari berbagai pelosok tanah air yang sebetulnya mempunyai potensi akan sulit terjalin masuk universitas-universitas terbaik. Menurutnya, maka diperlukannya ada afirmasi dan treatment khusus. IPB University selalu konsisten memodifikasi dengan berbagai jalur masuk salah satunya adalah BUD untuk bisa berkuliah di IPB University.

"Ini adalah salah satu inovasi yang menurut saya harus dipertahankan. Semua jalur yang ada diperguruan tinggi ada maknanya, dengan hal tersebut mudah-mudahan dapat memperkaya IPB University sebagai kampus rakyat yang menjadi representasi Indonesia," terangnya.

Dikatakannya, jika berbicara masalah ketertinggalan, sebetulnya di sekitar Bogor ini seperti Cianjur, Sukabumi itu adalah kantong-kantong daerah yang pendidikannya paling lemah di Indonesia. Kemiskinan itu ternyata melekat, tidak hanya miskin harta tetapi miskin ilmu dan etika. Dari sekian banyak miskin yang melekat ternyata miskin yang sulit itu etika.

"Kita ambil contoh, dari sisi mahasiswa yang sedang berkuliah, ternyata dengan BUD miskin harta sudah selesai. Biasanya jika masalah biayanya sudah selesai, sedikit demi sedikit masalah ilmu dapat muncul," ungkapnya. Miskin harta miskin ilmu, sebutnya, relatif masih bisa diatasi.

“Attitude itu penting. Ada tiga kata yang perlu diperhatikan bersama terutama untuk mahasiswa yaitu, maaf, tolong dan terima kasih. Semoga kerjasama ini terjalin dengan baik ke depannya. Ikan hiu makan sepat. I love you Kutai Barat," tutup Prof Dodik Ridho Nurrochmat. (Ns)