Konten dari Pengguna

Jangan Salah Pilih, Dokter Gigi IPB Ungkap Jenis Obat Kumur dan Peruntukannya

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jangan Salah Pilih, Dokter Gigi IPB  Ungkap Jenis Obat Kumur dan Peruntukannya
zoom-in-whitePerbesar
Jangan Salah Pilih, Dokter Gigi IPB Ungkap Jenis Obat Kumur dan Peruntukannya

Kepala Unit Kesehatan IPB University, drg Titik Nurhayati, mengatakan bahwa perawatan gigi memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan mulut dan memastikan gigi dapat berfungsi dengan baik.

Merawat kesehatan gigi dengan baik dan benar dapat dilakukan dengan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, menggunakan teknik yang tepat dan pasta gigi berfluoride.

“Upaya ini melibatkan serangkaian tindakan, termasuk menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang efektif, penggunaan pasta gigi berfluoride, berkumur dengan cairan obat kumur setelah menyikat gigi, serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” ucap drg Titik.

Selain itu, penggunaan obat kumur setelah menyikat gigi memiliki fungsi ganda, yakni membersihkan sisa-sisa makanan dan bakteri yang mungkin terlewat saat menyikat gigi, sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Ia menambahkan, obat kumur hadir dengan berbagai kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik penggunanya. Beberapa jenis obat kumur yang umum meliputi:

  • Obat Kumur Fluoride: Efektif dalam mencegah gigi berlubang dengan memperkuat lapisan terluar gigi atau enamel. Sangat dianjurkan bagi penderita xerostomia (mulut kering) karena kondisi ini memicu perkembangan bakteri yang lebih cepat.

  • Obat Kumur Peradangan Gusi: Mengandung chlorhexidine, sebuah antiseptik yang bekerja melawan bakteri di mulut dan membantu meredakan pendarahan pada gusi. Penggunaannya harus sesuai anjuran dokter dan tidak untuk pemakaian jangka panjang.

  • Obat Kumur Pemutih Gigi (Whitening): Mengandung hidrogen peroksida, zat pengoksidasi yang memiliki sifat desinfektan, antivirus, dan antibakteri. American Dental Association (ADA) mengakui efektivitas hidrogen peroksida dalam membantu memutihkan gigi. Namun, penggunaannya harus di bawah resep dokter dengan konsentrasi tidak lebih dari 1,5 persen.

  • Obat Kumur untuk Plak Gigi: Studi menunjukkan bahwa cetylpyridinium chloride yang terkandung dalam obat kumur efektif mengurangi plak gigi dengan efek samping yang lebih ringan dibandingkan chlorhexidine.

“Pemilihan obat kumur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan individu, seperti mengatasi gigi berlubang, peradangan gusi, memutihkan gigi, atau menghilangkan plak,” jelas drg Titik.

Kendati demikian, ia menyarankan obat kumur sebaiknya tidak digunakan langsung setelah menyikat gigi agar efektivitas fluoride dalam pasta gigi tidak berkurang. Saat berkumur, lakukan selama 30 detik dan jangan menelan cairan obat kumur.

“Kandungan dalam obat kumur umumnya aman digunakan selama mengikuti dosis dan anjuran dari dokter. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali merupakan langkah yang sangat dianjurkan,” tutupnya. (AS)