Konten dari Pengguna

Rahasia Energi Cepat, Pakar Gizi IPB Ungkap Kurma Dianjurkan untuk Berbuka

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi (freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi (freepik)

Kurma menjadi salah satu makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa karena mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat. Buah yang telah menjadi sumber pangan utama masyarakat Timur Tengah sejak ribuan tahun lalu ini dikenal kaya gula alami, serat, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh setelah seharian berpuasa.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menjelaskan bahwa kurma memiliki komponen nutrisi yang efektif membantu pemulihan energi. Penjelasan tersebut disampaikan dalam program IPB Pedia yang tayang di kanal YouTube IPB TV.

Menurutnya, kandungan gula alami pada kurma mudah diserap tubuh sehingga mampu mengembalikan kadar gula darah secara cepat. “Kurma adalah sumber energi yang cepat, tinggi gula alami, dan bisa mengembalikan kadar gula darah kita ke normal,” ujarnya.

Selain itu, kurma juga mengandung serat tinggi yang membantu melancarkan pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Ia menyebutkan, mengonsumsi sekitar tiga butir kurma sudah cukup membantu memenuhi kebutuhan energi awal saat berbuka.

Kaya Mineral dan Baik untuk Ibu Hamil

Prof Ahmad menambahkan, kurma mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium dan magnesium. Kalsium berperan dalam fungsi saraf, otot, serta menjaga keseimbangan elektrolit yang menurun selama puasa. Sementara magnesium mendukung ratusan reaksi biokimia dan enzimatis di dalam tubuh.

Kurma juga dikenal memiliki manfaat bagi ibu hamil. Kandungan senyawa alaminya dipercaya membantu mempersiapkan otot rahim serta mendukung kerja hormon yang berperan dalam proses persalinan. Namun, ia mengingatkan konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama bagi ibu dengan diabetes gestasional.

Perhatikan Cara Memilih dan Menyimpan

Ia menjelaskan bahwa masa simpan kurma bergantung pada jenis dan cara penyimpanannya. Kurma kering umumnya lebih tahan lama dibandingkan kurma basah. “Pastikan kurma disimpan di tempat yang sejuk dan tertutup rapat karena tetap memiliki masa kedaluwarsa,” kata Prof Ahmad yang juga pakar nutrition and food safety.

Saat membeli, masyarakat disarankan memilih kurma dalam kemasan tertutup, memeriksa tanggal kedaluwarsa, serta memperhatikan warna, tekstur, dan aroma buah. Kurma yang baik memiliki kulit utuh, tidak terlalu kering atau basah, serta beraroma segar.

“Kurma bukan sekadar makanan manis untuk berbuka, melainkan sumber energi alami yang kaya nutrisi. Kecil bentuknya, tetapi besar manfaatnya,” tutupnya. (Fj)