Konten dari Pengguna

Sampah Organik Memiliki Kesempatan Kedua Melalui Eco Enzyme

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nikita Live tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengolah Sampah Organik Menjadi Sesuatu yang Lebih Bermakna

Sampah rumah tangga yang telah dipilah (Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Sampah rumah tangga yang telah dipilah (Dokumentasi Pribadi)

Banyak yang sering kali meremehkan pentingnya memilah sampah. Akan tetapi, bila sampah rumah tangga tidak dipilah, sampah organik dan sampah anorganik dapat bercampur menjadi satu. Hal ini mengakibatkan bahan yang sebenarnya bernilai dan dapat diolah, termasuk limbah organik, menjadi terkontaminasi dan semakin sulit, atau bahkan tidak memungkinkan untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Selain itu, pemilahan sampah juga tidak memerlukan biaya besar ataupun teknologi yang canggih, cukup dengan menyediakan wadah yang berbeda untuk sampah organik sudah cukup sehingga membuktikan bahwa memilah sampah sebenarnya dapat dilakukan oleh siapapun.

Menurut Laporan Kementerian Lingkungan Hidup, sebanyak 75% sampah di Indonesia belum terkelola dengan baik pada tahun 2026 dan 59% pada tahun 2025. Sampah-sampah tersebut berasal dari berbagai asal seperti pasar, fasilitas publik, bahkan rumah tangga yang merupakan penyumbang komposisi terbesar pada tahun 2025, yaitu sekitar 51,38% berupa sisa makanan, olahan dapur, dan kemasan.

Sampah-sampah organik yang telah dipilah memiliki kesempatan kedua, hanya saja dalam bentuk yang berbeda, salah satu contohnya adalah eco enzyme. Eco enzyme adalah cairan fermentasi yang berasal dari limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran dengan gula merah atau molase dan air. Pembuatannya juga dibantu oleh mikroorganisme dari kelompok jamur dan bakteri Lactobacillus sp., Acetobacter sp., dan Bacillus sp. Sehingga cairan eco enzyme dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Pembuatan eco enzyme juga sangat mudah, bahan yang diperlukan hanyalah 3 yaitu; air bersih, gula merah atau molase dan limbah organik dengan perbandingan baku 10:1:3. Selain itu, pemilihan wadah merupakan langkah yang penting, wadah yang digunakan wajib berbahan plastik karena bila menggunakan wadah lainnya seperti besi, dapat merusak sisi wadah karena proses fermentasi mengeluarkan sejumlah gas seperti CO2 dan senyawa kimia asam asetat.

Eco enzyme juga memiliki banyak manfaat dan fungsi, seperti dijadikan pupuk berbahan alami yang ramah lingkungan serta menjadi pengganti untuk pupuk berbahan kimia yang dapat merusak tanah. Pupuk tersebut juga dapat meningkatkan kualitas tanah dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi tanaman. Kemudian, eco enzyme juga dapat menghilangkan bau tidak sedap pada lingkungan dan menjadi pengusir hama alami. Eco enzyme juga berbentuk cairan sehingga dapat disimpan ke dalam botol yang menjadikannya praktis, mudah disimpan, dan tidak mengundang lalat.

Selain membawa dampak bagi lingkungan, eco enzyme juga dapat membawa dampak bagi individu. Eco enzyme dapat menjadi pembersih lantai dan pencuci piring sehingga dapat menjadi alternatif produk-produk yang dijual di pasaran dan mengurangi pengeluaran pada produk-produk tersebut. Pada sisi lain, eco enzyme juga memiliki potensi untuk dijual dan dapat menghasilkan pemasukan. Ini dapat menjadi peluang bisnis yang sederhana, terutama karena bahan dasarnya sangat mudah ditemukan, yakni limbah organik rumah tangga.

Suatu hal yang berdampak besar pada lingkungan membutuhkan jumlah orang yang sangat besar agar dapat berjalan ketika sistem tersebut mengandalkan pembagian kerja yang terdistribusi atau massa kritis untuk berfungsi secara efektif, sehingga tindakan ini memerlukan partisipasi banyak masyarakat. Satu rumah tangga mungkin tidak dapat menyelesaikan persoalan sampah nasional, tetapi perubahan dalam satu rumah tangga dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama.

Melalui pemilahan sampah organik yang sering kali dihasilkan melalui sampah rumah tangga merupakan langkah pertama untuk memberikan kesempatan kedua untuk sampah tersebut agar dapat diolah kembali menjadi eco enzyme yang memiliki banyak manfaat. Dalam mewujudkan aksi tersebut, diperlukan dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah yang hendak mengadakan penyuluhan untuk menyadarkan akan pentingnya memilah sampah serta bukti bahwa sampah dapat diolah kembali menjadi hal yang berguna seperti eco enzyme. Selain itu, sekolah juga dapat mengajarkan terkait pentingnya memilah sampah dan proses pembuatan eco enzyme dari dini. Kita dapat mengambil langkah hari ini, karena pada akhirnya sampah bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari kesempatan kedua untuk menjadi sesuatu yang lebih berarti.