Tim PKM-RE UNAIC Menggali Potensi Minyak Atsiri Daun Pala untuk Antibiofilm

Mahasiswaa D3 Farmasi Universitas Al-Irsyad Cilacap
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nova Dwilestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Al-Irsyad Cilacap berhasil lolos pendanaan nasional Kemendikbud-Ristek 2026 dengan riset bertema pengembangan terapi antibiofilm berbasis bahan alam.
Penelitian ini berfokus pada uji efektivitas nanopartikel minyak atsiri daun pala (Myristica fragrans) sebagai adjuvan terapi biofilm Staphylococcus aureus melalui target gen IcaA/IcaD.
Di bawah bimbingan Yusuf Eko Nugroho,S.Tr.A.K., M.Imun, dengan tim yang beranggotakan lima mahasiswa yaitu Risna Alifia (Ketua), Nova Dwi Lestari, Nadiya Cahya Novitasari, Weni Andriyani, dan Renza Khayafalah.
Ketua tim, Risna, menjelaskan bahwa infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus masih menjadi tantangan serius dalam dunia kesehatan, terlebih dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat kemampuan biofilm melindungi bakteri dari agen antimikroba konvensional.
“Biofilm membuat bakteri lebih sulit dieliminasi karena gen IcaA dan IcaD berperan penting dalam pembentukan matriks pelindungnya. Melalui penelitian ini, kami ingin menghadirkan alternatif adjuvan terapi berbasis bahan alam Indonesia yang mampu menekan ekspresi gen tersebut,” ungkap Risna.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim kemudian mengembangkan sistem nanopartikel dari minyak atsiri daun pala yang diketahui memiliki senyawa aktif dengan potensi antibakteri dan antibiofilm. Teknologi nanopartikel dipilih untuk meningkatkan stabilitas, daya penetrasi, serta efektivitas kerja senyawa aktif terhadap biofilm bakteri.
Ke depannya, tim berharap penelitian ini dapat membuka peluang pengembangan terapi antibiofilm yang lebih efektif, aman, dan berbasis kekayaan alam lokal, khususnya dalam mengatasi infeksi yang berkaitan dengan resistensi antibiotik.
“Semoga penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi dunia medis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujar Risna.
