UIN Syekh Wasil dan UPN Jatim Bahas Semiotika Puisi
Tulisan dari Nurul Dwi Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh Nurul Dwi Lestari, M.Pd.
Kediri, 15 September 2026 — Program Studi S-1 Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri berkolaborasi dengan Program Studi S-1 Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur menyelenggarakan Kuliah Tamu Kolaborasi bertema “Semiotics of Poetry – Michael Riffaterre”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15 September 2026 bertempat di Aula Gedung M Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Wasil Kediri.

Kuliah tamu menghadirkan Adelia Savitri, M.Hum., dosen Program Studi S-1 Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur, sebagai pemateri. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai semiotika puisi, khususnya teori Michael Riffaterre dalam membaca dan menemukan makna yang terkandung di balik struktur serta penggunaan bahasa dalam puisi.
Dalam pemaparannya, Adelia Savitri menjelaskan bahwa teori semiotika Riffaterre menempatkan pembacaan puisi melalui beberapa konsep utama, yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik, ketidaklangsungan ekspresi, matriks-model-varian, serta intertekstualitas. Keempat konsep tersebut menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana makna puisi dibentuk dan dapat ditemukan melalui proses pembacaan yang mendalam.
Pembacaan heuristik merupakan tahap awal ketika pembaca berusaha memahami teks berdasarkan pembacaan pertama dan mengenali berbagai “keanehan” yang terdapat di dalam teks. Setelah itu, pembacaan dilanjutkan melalui tahap hermeneutik, yaitu pembacaan secara lebih mendalam dengan menghubungkan tanda-tanda yang terdapat dalam teks sehingga makna puisi dapat dipahami secara lebih menyeluruh.
Materi juga menguraikan konsep ketidaklangsungan ekspresi yang menjadi salah satu karakteristik penting dalam puisi. Ketidaklangsungan tersebut dapat muncul dalam bentuk displacing of meaning atau penggantian arti, distorting of meaning atau penyimpangan arti, serta creating of meaning atau penciptaan arti. Penggantian arti antara lain dapat diwujudkan melalui metafora, metonimia, personifikasi, dan simile, sedangkan penyimpangan arti dapat berupa ambiguitas dan kontradiksi.
Untuk memperjelas konsep tersebut, pemateri menggunakan sejumlah contoh dari karya sastra dan lirik lagu. Salah satunya adalah penggunaan ungkapan dalam lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” serta puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono. Contoh tersebut menunjukkan bahwa makna dalam teks puitik tidak selalu dapat dipahami secara literal, tetapi perlu ditelusuri melalui tanda dan hubungan antarmakna yang terdapat di dalam teks.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan konsep matriks, model, dan varian. Matriks dipahami sebagai ide dasar yang berada di balik teks, sedangkan model merupakan aktualisasi pertama dari matriks dalam bentuk yang paling menonjol. Sementara itu, varian merupakan bentuk-bentuk pengembangan dari model yang hadir dalam teks. Konsep tersebut dapat digunakan untuk menelusuri hubungan antara gagasan dasar dengan berbagai bentuk ekspresi yang muncul dalam sebuah puisi.
Aspek lain yang dibahas adalah intertekstualitas, yakni keterhubungan sebuah teks dengan teks lainnya. Dalam perspektif yang disampaikan, setiap teks dapat dipahami sebagai bentuk penyerapan dan transformasi dari teks lain. Hubungan tersebut dapat bersifat afirmatif ketika teks transformasi berjalan searah dengan hipogramnya, maupun bersifat negasi ketika teks transformasi membalik atau mengingkari hipogramnya.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai cara membaca puisi tidak hanya berdasarkan makna yang tampak di permukaan, tetapi juga dengan menelusuri tanda, penyimpangan bahasa, struktur makna, serta hubungan suatu teks dengan teks lainnya. Kolaborasi antara Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri dan Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur tersebut sekaligus memperkuat ruang pertukaran pengetahuan akademik dalam bidang bahasa, sastra, dan linguistik.

