Mahasiswa FBD 8 UB Bangun Semangat Wirausaha Siswa Madrasah Lewat Konten Digital

Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari NURVIAN PRATAMA WICAKSONO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Ngabab, 25 Juli 2025 – Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam kelompok 8 Kuliah Kerja Nyata (KKN) “FISIP Berbakti Desa” 2025 telah berhasil melaksanakan program kerja yang bertempat di MTs. Sunan Bonang, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Menyasar siswa kelas 8 dan 9, program ini bertujuan menumbuhkan minat berwirausaha sejak dini melalui pendekatan konten digital. Kegiatan ini menghasilkan tiga karya kreatif berupa poster, pamflet, dan infografis yang diberikan kepada pihak madrasah sebagai media pembelajaran lanjutan.
Awalnya program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan secara umum. Namun dalam tahap pra-pelaksanaan, tim menemukan bahwa pendekatan kewirausahaan digital justru lebih relevan dan diminati oleh siswa karena sesuai dengan keseharian mereka yang lekat dengan teknologi. Temuan ini diperkuat melalui wawancara dengan dua siswa OSIM MTs. Sunan Bonang, yang mengaku bahwa mereka belum memiliki pengalaman berjualan maupun mempromosikan produk lokal, serta merasa kurang percaya diri saat harus berbicara di depan publik. Meski demikian, mereka tertarik mencoba kewirausahaan digital, terutama melalui media sosial.
Berdasarkan hasil pemetaan sosial, program ini dirancang menjadi tiga sesi utama. Pertama, pengenalan konsep dasar kewirausahaan dan pentingnya mengenal potensi diri. Pada sesi ini karya yang dihasilkan berupa poster yang memvisualisasikan pentingnya mengenali potensi diri dan membangun citra diri yang kuat sebagai dasar dalam memulai usaha.
Sesi kedua mengangkat tema self-branding dengan pendekatan budaya, khususnya melalui penggunaan bahasa Jawa yang dapat menjadi nilai unik dalam promosi produk. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan bahasa Jawa dan mendorong kepercayaan diri para murid yang merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya. Dalam sesi ini, pamflet dan presentasi ditampilkan untuk memperkenalkan beberapa contoh content creator seperti Londo Kampung dan Korea Reomit yang berhasil membangun personal branding melalui penggunaan bahasa Jawa. Tokoh-tokoh ini berpotensi menjadi inspirasi bagi para murid agar bangga dan percaya diri menampilkan identitas lokal mereka di era digital.
Sesi terakhir membahas strategi menjadi content creator untuk mendukung UMKM lokal Desa Ngabab, mulai dari definisi, keterampilan yang dibutuhkan content creator seperti public speaking, konsistensi, hingga pentingnya interaksi dengan audiens. Sesi ditutup dengan praktik merekam konten digital bersama siswa siswi MTs. Sunan Bonang Ngabab, yang disambut dengan antusias oleh mereka. Infografis yang dihasilkan dalam program merangkum materi yang telah dipaparkan, serta dilengkapi dengan langkah-langkah praktis untuk mulai menjadi content creator agar dapat membantu memajukan perekonomian Desa Ngabab.
Pada hari Rabu (23/07/2025), tim KKN menyerahkan karya edukatif kepada pihak madrasah. Caristhea, salah satu penggerak program menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan kreativitas siswa dengan kebutuhan promosi UMKM lokal yang belum banyak tersentuh media digital.
“Kami ingin mendorong siswa agar bisa memiliki kepercayaan diri, kemampuan branding, dan keterampilan digital dasar yang bisa digunakan untuk membantu UMKM lokal mereka sejak usia dini.” ungkapnya.
Senada, Ismail menyatakan bahwa pendekatan kreatif ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menciptakan media promosi yang relevan di era digital.
“Kami ingin membekali teman-teman siswa madrasah dengan kemampuan praktis sekaligus juga menanamkan rasa bangga terhadap produk lokal yang ada di Desa Ngabab,” ujarnya.
Nurvian, selaku penanggungjawab dari segmen sosialisasi bertemakan bangga berbahasa Jawa menambahkan,
“Budaya dan bahasa Jawa sepatutnya bukan menjadi hal yang menghalangi para adik-adik untuk berwirausaha atau menghadirkan self-branding, justru dengan identitas autentik ini, mereka dapat memperkenalkan secara khas mengenai potensi lokal Ngabab.”
Wakil Kepala MTs. Sunan Bonang, Ibu Lulu Muharoh, turut mengapresiasi program ini karena membuka wawasan baru bagi siswa mengenai peluang berwirausaha sejak usia dini dan pemanfaatan platform digital untuk memajukan Desa Ngabab.
Melalui program ini, mahasiswa FISIP UB tidak hanya mengenalkan konsep kewirausahaan digital, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, bangga terhadap budaya lokal, serta keterampilan praktis sebagai content creator bagi para siswa. Harapannya, siswa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten yang mampu mendukung potensi UMKM dan pariwisata lokal Desa Ngabab.
