Eksplorasi Peternakan Sapi: Mahasiswa USC Pelajari Bisnis Qurban RI

Gerakan Sosial Penciptaan Lapangan Kerja Berbasis Kewirausahaan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari OK OCE tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bandung — Program Global Applied Research hasil kolaborasi OK OCE Indonesia dan USC Marshall School of Business memasuki hari ketiga melalui agenda kunjungan lapangan ke peternakan sapi pedaging (beef cattle farm). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung bagi mahasiswa internasional untuk memahami model bisnis peternakan sapi pedaging di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan pasar menjelang Hari Raya Idul Adha.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Triba Sapi Ranch di Telaga Sindur, sebuah peternakan yang telah beroperasi sejak tahun 2002 dan berfokus pada pengelolaan sapi jantan sebagai komoditas utama. Dengan sistem penggemukan (feedlot), sapi dipelihara dalam periode tertentu sebelum dipasarkan ke konsumen, terutama saat permintaan meningkat.
Dipandu oleh manajer peternakan, Bapak Kashif, mahasiswa diajak memahami alur operasional secara menyeluruh. Mulai dari pemilihan jenis sapi, pola pemberian pakan, hingga pengelolaan kesehatan ternak melalui vaksinasi, seluruh proses dijelaskan sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas dan produktivitas.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa USC — Jesse Hutchinson, Lauditya Malik, dan Lucas Oliveira — menggali lebih dalam mengenai model bisnis yang diterapkan. Dijelaskan bahwa usaha ini berangkat dari strategi pembelian sapi bakalan dengan harga relatif rendah, kemudian dilakukan penggemukan melalui perawatan dan pemberian pakan yang optimal hingga siap dijual dengan nilai yang lebih tinggi.
Model ini menunjukkan karakteristik bisnis yang bersifat musiman, di mana keuntungan meningkat signifikan pada periode tertentu, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha saat permintaan sapi qurban melonjak.
Selain memahami aspek bisnis, mahasiswa juga melihat peluang pengembangan melalui pemanfaatan teknologi. Mereka mengidentifikasi kebutuhan akan sistem yang dapat membantu peternak dalam mengakses informasi serta mengelola usaha secara lebih efisien, termasuk melalui pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Menanggapi hal tersebut, pihak peternakan menyampaikan keterbukaan terhadap penerapan teknologi selama dapat memberikan manfaat nyata dalam operasional.
Diskusi kemudian berkembang pada potensi pengembangan usaha ke depan. Salah satu gagasan yang muncul adalah kemungkinan ekspansi ke sektor peternakan sapi perah, dengan pendekatan teknologi seperti pengaturan suhu kandang yang dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai peternakan sapi pedaging, tetapi juga wawasan strategis tentang bagaimana bisnis dijalankan, tantangan yang dihadapi, serta peluang inovasi yang dapat dikembangkan. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat mendorong lahirnya pendekatan baru yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan sektor peternakan di Indonesia.
