Konten dari Pengguna

Cegah Stunting! KKN UNDIP Tingkatkan Kesehatan dengan Langkah Kecil Dampak Besar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Olivia Maylidya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis (31/07/2024) - Kegiatan KKN Universitas Diponegoro Tim II 2023/2024 dilaksanakan pada tanggal 12 Juli - 21 Agustus 2024. Salah satu tempat pengabdian KKN adalah di Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Berbagai program kerja baik monodisiplin maupun multidisiplin dilakukan untuk mengembangkan potensi serta mengatasi masalah yang terdapat di Desa Munengwarangan. Salah satu masalah yang ada di Desa Munengwarangan adalah mengenai stunting.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat sehingga memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari standar usianya. Selain mengakibatkan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia, stunting juga sering dihubungkan dengan perkembangan otak yang kurang optimal, yang dapat berdampak pada kemampuan kognitif dan prestasi pendidikan anak di masa depan. Stunting tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik tetapi juga memiliki implikasi jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas seseorang. Pencegahan stunting melibatkan perbaikan pola makan, peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan, dan edukasi mengenai pola asuh yang tepat. Intervensi ini sangat penting untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Maka dari itu, dalam upaya menekan angka stunting di Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, serangkaian program kerja telah dilaksanakan dengan sasaran utama bayi, balita, ibu hamil, dan kader posyandu. Program ini merupakan bagian dari inisiatif terintegrasi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai stunting dari berbagai aspek, termasuk kesehatan, ketahanan pangan, dan hukum. Adapun 5 jurusan yang terlibat, yaitu Teknik Industri, Hukum, Informasi dan Humas, Kimia Murni, dan Agroekoteknologi. Kelima program studi ini berkolaborasi melalui isian leaflet sesuai topik yang akan dibawakan. Kontribusi dari masing-masing mahasiswa dapat terlihat dalam leaflet yang ada, seperti jurusan Hukum (Yasfika Nafia) yang membahas landasan hukum mengenai hak dan kewajiban yang harus diterima masyarakat bersangkutan dengan kesehatan. Kemudian dari Wahyuni Sofyan jurusan Informasi dan Humas memberikan materi mengenai urgensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita. Lalu dari jurusan Kimia Murni (Azzah Safana) memberikan materi mengenai pembagian porsi makan seimbang bagi anak untuk pemenuhan gizi. Olivia Maylidya dari jurusan Teknik Industri memberikan kontribusi mengenai postur tubuh ergonomis bagi anak-anak guna meminimalisir dampak dari stunting. Terakhir, dari jurusan Agroekoteknologi (Dinda Tiara) memberikan pendampingan pembuatan kebun mini bersama KWT (Kelompok Wanita Tani) dalam rangka peningkatan ketahanan pangan dan upaya penekanan stunting pada anak di Desa Munengwarangan. Berikut ini merupakan gambaran leaflet yang telah kami buat.

Leaflet sebagai Output Program Kerja/dok.pri

Adapun bentuk kegiatan yang kami lakukan yaitu berupa penyuluhan saat ada posyandu dan pembagian PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Kegiatan tersebut mencakup pendampingan dalam pengembangan potensi budidaya tanaman pangan lokal. Masyarakat, terutama para ibu dan anggota KWT (Kelompok Wanita Tani), dibimbing dalam teknik budidaya yang efektif dan berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keluarga di desa tersebut memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber pangan bergizi, yang merupakan salah satu kunci pencegahan stunting. Selain itu, kader posyandu menerima pendampingan mengenai peraturan kesehatan yang relevan untuk pencegahan dan penanganan stunting. Kader juga dilatih dalam mengoptimalkan proses fermentasi biji saga menjadi tempe, sebuah inovasi lokal yang menawarkan sumber protein berkualitas tinggi bagi masyarakat. Penyuluhan lain yang diberikan kepada ibu balita berfokus pada pentingnya menjaga postur tubuh anak yang ergonomis. Penyuluhan ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan fisik yang optimal, mengurangi risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan postur tubuh pada masa tumbuh kembang anak.

Presentasi kepada Ibu-Ibu Posyandu/dok.pri

Pada intinya, kampanye edukasi dilakukan melalui pembagian leaflet yang berisi informasi mendalam tentang stunting dan cara-cara efektif untuk mencegahnya. Leaflet ini disebarluaskan kepada para masyarakat yang hadir agar mereka dapat dengan mudah memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan stunting di kediaman masing-masing.

Dokumentasi Penyerahan Leaflet kepada Ibu-Ibu Kader Posyandu/dok.pri

Program edukasi yang berlangsung di Balai Desa Munengwarangan ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam upaya menekan angka stunting di desa. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan dari kader posyandu dan masyarakat sekitar, diharapkan angka stunting dapat berkurang secara signifikan, menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing di masa depan.

Dokumentasi bersama Ibu-Ibu Posyandu sebagai Sasaran Presentasi/dok.pri

Besar harapan kami bahwa apa yang telah kami bawakan kepada masyarakat dapat menjadi hal baik dan berkelanjutan. Semoga apa yang kami berikan dapat berguna bagi seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan potensi desa.