Harapan Baru Pembayaran Klaim BPJS Kesehatan dengan i-DRG di Indonesia
Tulisan dari Onza Pramudyta Hexandira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh : Onza Pramudyta Hexandira, Peserta Workshop Kesiapan FKRTL / RS dalam Menghadapi Transformasi INA - CBG Kedalam i-DRG
Mempelajari dan mengerjakan pengkodingan dalam pengajuan Klaim BPJS Kesehatan, adalah pekerjaan saya sehari-hari. Tetapi belajar langsung dengan ahlinya secara tatap muka akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam serta dapat berdiskusi secara langsung. Workshop ini di selenggarakan oleh PORMIKI ( Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia ). Saya mengikuti Workshop ini selama 3 hari. Saya mendapatkan asupan yang sangat banyak dan mendalam. Menurut bapak Wahyu Ramadhan, S.Kom. mewakili Pusat Pembiayaan Kesehatan Kementrian Kesehatan " i-DRG merupakan gerbang awal perubahan sistem pembayaran BPJS Kesehatan terhadap pelayanan di Rumah Sakit".
Pelajaran koding merupakan pelajaran yang paling penting harus dikuasai oleh teman-teman perekam medis. Era terbaru BPJS Kesehatan koding tidak lagi teruntuk perekam medis, tetapi semua elemen rumah sakit yang berhubungan dengan klaim Rumah Sakit wajib menguasai tentang koding. Menurut bapak Kayun Kasmidi, Amd.PK., SKM, CHIA Praktisi Koding Senior " ketepatan koding dan koordinasi antara dokter yang merawat pasien dengan koder merupakan kunci utama dari suksesnya klaim BPJS Kesehatan".
Selain ketepatan koding, penempatan koder yang tepat sangat penting dalam mengelola klaim BPJS Kesehatan. Menurut bapak Gandi Agusniadi, BBA, SE Praktisi Koding Senior " koding harus di lakukan saat pasien masih berada di rumah sakit untuk menghindari kekurangan perlengkapan klaim".
Pemerintah dalam sistem kesehatan nasional, merupakan regulator yang mengatur dari segala lini terkait pembiayaan dan persyaratan yang di butuhkan untuk klaim BPJS Kesehatan. Menurut Ketua Tim Kerja Pembiayaan Program JKN di FPKTL dr. Maria Hotnida, MARS " rumah sakit harus berfokus pada pembenahan layanan, sumber daya manusia dan sarana prasarana guna mencapai target kompetensi, semakin tinggi kompetensi rumah sakit maka semakin besar klaim yang akan di terima".
Pelatihan ini di tutup dengan mengadakan pelatihan koding i-DRG yang tepat sesuai peraturan yang berlaku. Menurut ibu Yati Maryati, SKM., MKM. selaku ketua umum PORMIKI "Tujuan pelatihan ini adalah koder diharapkan bisa melakukan koding pada pasien BPJS Kesehatan sesuai aturan yang berlaku, sehingga rumah sakit bisa mendapatkan hasil pendapatan yang optimal".
Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman penulis saat menjadi peserta workshop kesiapan FKRTL / RS dalam menghadapi transformasi INA - CBG kedalam i-DRG.

