Mengapa Kita Kadang Lebih Percaya Cara Orang Bicara daripada Isi Ucapannya?
Tulisan dari Ovi Susanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah merasa lebih yakin pada seseorang hanya karena cara bicaranya terdengar meyakinkan? Padahal, kalau dipikir lagi, belum tentu kita benar-benar memahami isi yang disampaikannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, cara seseorang berbicara sering kali menjadi bagian penting dalam membentuk kesan. Nada suara, pilihan kata, kecepatan berbicara, hingga ekspresi dapat memengaruhi bagaimana kita menerima sebuah pesan.
Cara Bicara Membentuk Kesan Pertama
Ketika bertemu seseorang untuk pertama kali, kita belum mengetahui banyak hal tentang dirinya. Karena itu, cara orang tersebut berbicara bisa menjadi salah satu hal yang kita perhatikan.
Seseorang yang berbicara dengan tenang dan jelas mungkin akan dianggap lebih percaya diri. Sebaliknya, orang yang berbicara terbata-bata bisa saja dianggap kurang yakin, meskipun sebenarnya ia memahami apa yang sedang dibicarakan.
Padahal, kesan tersebut belum tentu menggambarkan kemampuan atau maksud sebenarnya dari orang tersebut.
Nada Bicara Bisa Mengubah Cara Kita Menerima Pesan
Kalimat yang sama dapat terasa berbeda ketika disampaikan dengan nada yang berbeda.
Misalnya, seseorang mengatakan, “Kamu yakin?”
Jika disampaikan dengan nada santai, pertanyaan tersebut mungkin hanya menunjukkan rasa ingin tahu. Namun, jika disampaikan dengan nada yang terdengar ragu atau serius, penerima bisa menganggap orang tersebut sedang mempertanyakan keputusan yang dibuat.
Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan isi pesan. Cara pesan disampaikan juga dapat memengaruhi bagaimana pesan tersebut dimaknai.
Orang yang Terlihat Meyakinkan Belum Tentu Selalu Benar
Cara berbicara yang meyakinkan memang dapat membuat seseorang lebih mudah mendapatkan perhatian dan kepercayaan. Namun, bukan berarti cara berbicara dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai sebuah informasi.
Seseorang bisa berbicara dengan sangat lancar tetapi belum tentu informasi yang disampaikannya benar. Sebaliknya, seseorang yang terlihat gugup belum tentu tidak memahami apa yang sedang dibicarakan.
Karena itu, penting untuk membedakan antara kesan terhadap komunikator dan kebenaran isi pesan.
Komunikasi Membentuk Persepsi
Dalam Ilmu Komunikasi, cara pesan disampaikan dapat memengaruhi persepsi penerima. Persepsi sendiri merupakan proses ketika seseorang memilih, mengorganisasi, dan memberikan makna terhadap informasi yang diterimanya.
Itulah sebabnya dua orang bisa mendengar pembicaraan yang sama tetapi memberikan penilaian yang berbeda terhadap orang yang menyampaikannya.
Pengalaman, kebiasaan, dan hubungan dengan komunikator juga dapat memengaruhi penilaian tersebut.
Jangan Hanya Menilai dari Cara Berbicara
Cara berbicara memang penting dalam komunikasi karena dapat membantu pesan tersampaikan dengan lebih baik. Namun, memahami isi pesan tetap menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Sebelum mempercayai atau menilai seseorang hanya karena cara bicaranya terdengar meyakinkan, kita perlu melihat kembali apa yang sebenarnya disampaikan.
Pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana seseorang berbicara, tetapi juga tentang pesan yang disampaikan dan bagaimana pesan tersebut dipahami. Cara bicara dapat membentuk kesan, tetapi isi pesan tetap perlu diperhatikan.

