Salah Chat di Grup Kerja Bisa Bikin Salah Paham, Ini yang Sering Terjadi
Tulisan dari Ovi Susanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah membuka grup kerja dan menemukan pesan seperti, “Yang ini gimana?”
Pertanyaan tersebut mungkin terasa jelas bagi orang yang mengirimnya. Namun, bagi anggota grup lain, belum tentu demikian.
Apalagi jika dalam satu grup sedang membahas beberapa pekerjaan sekaligus. Pesan singkat seperti itu justru bisa membuat orang bertanya-tanya.
“Yang mana?”
“Bagian siapa?”
“Maksudnya sudah selesai atau belum?”
Hal sederhana seperti ini menunjukkan bahwa komunikasi melalui chat tidak selalu semudah mengirim pesan dan menunggu balasan.
Satu Pesan Bisa Dipahami Berbeda
Grup chat memang memudahkan pekerjaan. Informasi dapat dibagikan kepada beberapa orang sekaligus tanpa harus bertemu secara langsung.
Namun, ada satu hal yang berbeda dari komunikasi tatap muka. Ketika berbicara langsung, seseorang bisa melihat ekspresi wajah dan mendengar intonasi lawan bicara.
Dalam chat, semua itu tidak terlihat.
Kalimat “Ya sudah, kerjakan sekarang” misalnya, bisa saja dimaksudkan sebagai instruksi biasa. Tetapi ketika dibaca tanpa intonasi, kalimat tersebut dapat terasa lebih tegas atau bahkan terdengar seperti sedang marah.
Bukan berarti setiap pesan harus ditulis panjang dan penuh basa-basi. Namun, konteks tetap perlu diperhatikan agar pesan tidak mudah ditafsirkan berbeda.
Terlalu Singkat Justru Bisa Membuat Percakapan Lebih Panjang
Keinginan untuk berkomunikasi dengan cepat terkadang membuat seseorang mengirim pesan sesingkat mungkin.
“Sudah?”
“Gimana?”
“Yang tadi revisi ya.”
Masalahnya, tidak semua anggota grup memiliki konteks yang sama.
Seseorang mungkin baru membuka grup setelah beberapa jam. Pesan yang sebelumnya menjadi bahan pembicaraan mungkin sudah tertutup oleh puluhan pesan lainnya.
Akhirnya, penerima harus bertanya lagi.
“Yang mana?”
“Revisi bagian apa?”
“Deadline-nya kapan?”
Pesan yang awalnya dibuat agar komunikasi lebih cepat justru membuat percakapan menjadi lebih panjang.
Jangan Mengandalkan Konteks yang Hanya Kita Pahami
Salah satu hal yang sering terjadi dalam grup kerja adalah pengirim menganggap orang lain mengetahui konteks yang sama.
Misalnya, daripada menulis:
“Yang kemarin jadi nggak?”
Pesan tersebut bisa dibuat sedikit lebih lengkap:
“Untuk desain poster yang dibahas kemarin, jadi direvisi hari ini atau tetap menggunakan versi sebelumnya?”
Memang ada beberapa kata tambahan. Namun, penerima tidak perlu menebak-nebak apa yang sedang dibicarakan.
Dalam komunikasi melalui chat, sedikit tambahan konteks terkadang justru membuat percakapan lebih efisien.
Salah Kirim Pesan Juga Bisa Menimbulkan Masalah
Masalah komunikasi di grup kerja bukan hanya soal pesan yang kurang jelas. Salah memilih tempat mengirim pesan juga dapat menimbulkan persoalan.
Seseorang mungkin bermaksud mengirim pesan kepada satu rekan kerja, tetapi karena terburu-buru justru mengirimkannya ke grup.
Jika pesan tersebut hanya berkaitan dengan pekerjaan pribadi orang tertentu, anggota lain sebenarnya tidak perlu mengetahuinya.
Karena itu, sebelum menekan tombol kirim, ada baiknya melihat kembali nama penerima. Terutama ketika sedang berpindah-pindah antara chat pribadi dan grup kerja.
Tidak Semua Hal Harus Dibahas di Grup
Grup kerja dibuat untuk mempermudah koordinasi, tetapi bukan berarti semua pembicaraan harus dilakukan di sana.
Pembahasan mengenai tugas bersama tentu dapat dilakukan di grup agar anggota lain mengetahui perkembangan pekerjaan.
Namun, jika persoalannya hanya berkaitan dengan satu orang, chat pribadi bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Memilih tempat untuk menyampaikan pesan juga merupakan bagian dari komunikasi. Informasi yang memang perlu diketahui bersama sebaiknya disampaikan kepada anggota grup, sedangkan pembicaraan yang sifatnya pribadi tidak selalu perlu dibawa ke ruang bersama.
Membaca Ulang Sebelum Mengirim
Kesalahan komunikasi melalui chat sebenarnya bisa dicegah dari kebiasaan yang sederhana: membaca ulang pesan sebelum dikirim.
Tidak perlu lama. Cukup periksa beberapa hal.
Apakah pesan dikirim kepada orang yang tepat?
Apakah maksudnya sudah jelas?
Apakah ada informasi penting yang belum dicantumkan?
Jika pesan berisi tugas, sebutkan bagian yang harus dikerjakan. Jika berkaitan dengan deadline, tuliskan waktunya secara jelas.
Misalnya, daripada mengatakan “secepatnya”, lebih baik menuliskan “paling lambat Jumat pukul 15.00” jika memang itu batas waktunya.
Dengan begitu, penerima tidak perlu menebak maksud dari pesan yang diberikan.
Tidak Harus Selalu Membalas dengan Cepat
Grup kerja juga sering membuat seseorang merasa harus segera membalas setiap pesan.
Padahal, cepat membalas tidak selalu berarti komunikasi sudah berjalan dengan baik.
Jika belum memahami instruksi, misalnya, membalas “oke” hanya agar terlihat sudah membaca pesan justru dapat menimbulkan masalah berikutnya.
Lebih baik memastikan kembali apa yang dimaksud.
“Berarti saya mengerjakan bagian data untuk presentasi dan dikumpulkan besok sore, ya?”
Jawaban seperti itu mungkin membutuhkan beberapa detik lebih lama, tetapi dapat membantu memastikan bahwa tugas yang diterima memang sudah dipahami dengan benar.
Chat Memang Praktis, tetapi Tetap Perlu Dipikirkan
Grup chat membuat komunikasi pekerjaan menjadi lebih mudah. Orang tidak harus berada di ruangan yang sama untuk bertukar informasi.
Namun, kemudahan tersebut juga membuat seseorang dapat mengirim pesan terlalu cepat tanpa memikirkan bagaimana pesan tersebut akan dipahami orang lain.
Salah paham dalam grup kerja terkadang bukan karena informasinya salah, tetapi karena konteksnya tidak cukup jelas.
Karena itu, sebelum mengirim pesan, tidak ada salahnya membaca kembali tulisan yang sudah dibuat.
Bukan berarti komunikasi di tempat kerja harus selalu formal. Cukup pastikan orang yang membaca pesan tersebut mengetahui apa yang sedang dibicarakan, apa yang harus dilakukan, dan kepada siapa informasi itu ditujukan.
Satu pesan yang jelas mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk ditulis. Tetapi pesan tersebut bisa menghindarkan percakapan panjang dan pekerjaan yang seharusnya tidak perlu diulang.

