P2MB Desa Cigendel Gizi UPI 2026 Dukung Kokurikuler Sumedang lewat Gerakan Remaja Sehat Optimal

Mahasiswa Gizi FPOK UPI
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Najwa Khairun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
KAB.SUMEDANG – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak (P2MB) Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2026 menyelenggarakan kegiatan bertajuk Gerakan Remaja Sehat Optimal (GASPOL) di SMPN 2 Pamulihan, Kec. Pamulihan, Kabupaten Sumedang, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh hampir 127 siswa dan menghadirkan penyuluhan seputar gizi seimbang, aktivitas fisik, serta anjuran konsumsi tablet tambah darah (TTD).

GASPOL dirancang sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sehat pada remaja sejak dini. Program ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang menambahkan program kokurikuler di sekolah, di antaranya pembahasan mengenai Isi Piringku dan aktivitas fisik.
Pada sesi pertama, tim P2MB Gizi UPI 2026 melakukan pre-test untuk mengetahui sejauh mana anak-anak memahami terkait gizi seimbang lalu setelahnya memaparkan materi gizi seimbang dengan panduan Isi Piringku. Para siswa diajak memahami komposisi makanan yang ideal dalam satu piring, yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah dengan porsi yang tepat.
Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan, dilengkapi media visual dan permainan interaktif agar mudah dipahami. Remaja berada pada masa pertumbuhan yang pesat sehingga kebutuhan zat gizinya meningkat. Namun, kebiasaan jajan makanan tinggi gula, garam, dan lemak serta rendahnya konsumsi sayur dan buah masih banyak ditemui pada kelompok usia ini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa dapat memilih makanan yang lebih bergizi dan menerapkannya dalam keseharian, baik di sekolah maupun di rumah.
Selain asupan gizi, siswa juga diingatkan tentang pentingnya aktivitas fisik secara teratur. Tim memperkenalkan manfaat bergerak aktif bagi kesehatan tubuh, kebugaran, hingga konsentrasi belajar. Para siswa juga diajak melakukan aktivitas fisik bersama, sehingga pesan yang disampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga dipraktikkan langsung.
Aktivitas fisik menjadi salah satu fokus karena gaya hidup sedentari, seperti terlalu lama duduk dan bermain gawai, semakin umum di kalangan remaja. Padahal, kurang gerak dapat meningkatkan risiko masalah gizi dan penyakit tidak menular di kemudian hari.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa menyampaikan edukasi tentang bahaya batang kecil yang mengepulkan asap bagi kesehatan, termasuk dampaknya terhadap pertumbuhan remaja dan lingkungan sekitar. Penyuluhan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya guru dalam menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok.
Pendekatan sesama remaja dinilai lebih efektif karena pesan yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan mereka. Dengan adanya dukungan dari pihak sekolah, diharapkan kesadaran untuk menjaga lingkungan belajar yang sehat dan bersih dari asap batang kecil yang mengepulkan asap dapat tumbuh dari siswa itu sendiri.
Topik lain yang tidak kalah penting adalah anjuran konsumsi tablet tambah darah. Para siswa, khususnya remaja putri, diberi pemahaman bahwa anemia dapat menurunkan konsentrasi, membuat tubuh mudah lelah, dan memengaruhi prestasi belajar. Lebih jauh, kondisi gizi remaja putri hari ini akan memengaruhi kesehatan generasi berikutnya.
Remaja putri yang sehat dan tidak anemia akan lebih siap menjalani kehamilan di masa depan, sehingga risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah maupun stunting dapat ditekan. Oleh karena itu, konsumsi TTD secara rutin dipandang sebagai langkah awal pencegahan stunting yang dapat dimulai sejak usia sekolah. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan manfaat TTD, cara minum yang benar, serta tips mengurangi efek samping yang mungkin dirasakan.
Wakil Kepala Sekolah bidang kemahasiswaan, Ibu Purnama menyambut hangat kegiatan ini, “Alhamdulillah, materi Isi Piringku yang termuat dalam buku modul dapat disampaikan langsung oleh mahasiswa yang menekuni bidang gizi”,antusiasme juga terlihat dari para siswa yang hadir pada kegiatan tersebut, dilihat dari banyaknya siswa yang berlomba-lomba bertanya bahkan hingga sesi penyuluhan selesai.
Selain penyuluhan, P2MB Desa Cigendel Gizi UPI 2026 juga menempelkan poster terkait isi piringku, bahaya merokok, dan anjuran konsumsi TTD agar terus bisa dilihat oleh siswa di sekolah dan tidak hanya menjadi materi yang didengar sehari namun diingat selamanya.
Melalui GASPOL, P2MB Desa Cigendel Gizi UPI 2026 berharap pesan tentang gizi seimbang, aktivitas fisik, hidup tanpa rokok, dan konsumsi TTD dapat terus menggema di lingkungan sekolah. Dukungan dari guru, orang tua, dan seluruh pihak terkait pun diharapkan terus berlanjut agar remaja Sumedang tumbuh sehat, aktif, dan optimal.
