Konten dari Pengguna

KKN PM UMY 025 Perkuat Takmir, Hidupkan Masjid di Donokerto

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pandya Mahardika Abimanyu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Donokerto — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PM) UMY Kelompok 025 menyelenggarakan Kajian Tematik Islam bertajuk “Menguatkan Peran Takmir dalam Memakmurkan Masjid”. Kegiatan yang dihadiri pengurus takmir masjid dan musala se-Kalurahan Donokerto tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, Prapatan Turi, Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Poster Kegiatan Kajian Tematik: Menguatkan Peran Takmir dalam Memakmurkan Masjid Dokumentasi KNN PM 025 UMY
zoom-in-whitePerbesar
Poster Kegiatan Kajian Tematik: Menguatkan Peran Takmir dalam Memakmurkan Masjid Dokumentasi KNN PM 025 UMY

Kajian ini digelar untuk memberikan wawasan sekaligus ruang diskusi bagi para pengurus takmir dalam mengoptimalkan pengelolaan masjid. Melalui kegiatan tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk memberikan perspektif yang praktis dan aplikatif, KKN PM UMY 025 menghadirkan Ustadz Rizki Baldi dari Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia membagikan pengalaman pengelolaan Masjid Jogokariyan dalam membangun keterikatan dengan jamaah serta mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ustadz Rizky Baldi dalam penyampaian materi pada Kajian Tematik Islam KKN PM UMY 025 di Donokerto. (Dokumentasi KKN PM 025 UMY)

“Masjid harus hadir menyelesaikan persoalan jamaahnya. Kunci utamanya terletak pada keterbukaan komunikasi dan keberanian takmir untuk memahami kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga kehadiran masjid dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh warga,” ujar Ustadz Rizki Baldi.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembahasan yang menarik bagi peserta. Pengelolaan masjid tidak hanya dipandang dari sisi pelaksanaan kegiatan ibadah, tetapi juga dari kemampuan takmir dalam membaca kebutuhan jamaah dan membangun keterlibatan masyarakat.

Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta yang terdiri dari perwakilan takmir masjid dan musala di wilayah Donokerto memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan masjid, mulai dari meningkatkan keterlibatan remaja masjid hingga pengelolaan dana operasional.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Donokerto, Hamam Mustafa, turut mengapresiasi pelaksanaan kajian yang mempertemukan para pengurus takmir dari berbagai masjid dan musala di wilayah Donokerto.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif mahasiswa KKN UMY yang mempertemukan para takmir se-Kalurahan Donokerto. Sinergi dan pertukaran ilmu seperti ini sangat penting untuk menyegarkan kembali semangat pengurus masjid dalam memakmurkan tempat ibadah dan membina umat,” ujar Hamam Mustafa.

Dokumentasi bersama Takmir Masjid Jogokariyan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan PRM (Pimpinan Ranting Muhammadiyah). Dokumentasi: KKN PM 025 UMY

Sementara itu, Penanggung Jawab Acara, Pandya Mahardika, menilai masjid-masjid di Kalurahan Donokerto memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan jamaah.

“Potensi masjid-masjid di Kalurahan Donokerto ini sebenarnya sangat besar. Tantangannya ada pada bagaimana mengemas program agar relevan dengan kebutuhan jamaah lintas generasi, dan kajian ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkap Pandya.

Melalui kajian tersebut, para pengurus takmir didorong untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan jamaah, memahami kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan kegiatan yang dapat meningkatkan partisipasi berbagai kelompok usia.

KKN PM UMY 025 berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai ruang diskusi selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat menjadi pemantik bagi para pengurus takmir untuk terus mengembangkan pengelolaan masjid sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungannya. Dengan pengelolaan yang baik dan keterlibatan jamaah, masjid diharapkan dapat semakin aktif sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

KKN PM UMY 025