Luka Lingkungan yang Belum Sembuh

saya Patrycia Lani, Mahasiswa Universitas Pamulang Fakultas Sastra Indonesia.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Patrycia Lanii tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pamulang, Tangerang Selatan - pemandangan memprihatinkan terlihat di Danau Pamulang Square. Danau tersebut nyaris tertutup oleh sampah plastik dan tumbuhan air yang menutupi permukaan air. Pencemaran parah ini merupakan bukti nyata kurangnya kesadaran warga dan pengawasan pemerintah dalam pengelolaan sampah, minggu, 15 Juni 2025.
Gunungan sampah plastik berbagai jenis dan ukuran berserakan di permukaan danau, tercampur dengan tumbuhan air yang tumbuh subur. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga mengancam ekosistem danau. Bau tidak sedap tercium di sekitar area danau akibat pembusukan sampah organik yang tercampur dengan sampah plastik.
Lurah setempat, Udin Saad, menyatakan keprihatinannya “Saya sangat prihatin dengan kondisi Danau Pamulang Square. Laporan warga dan pedagang mengenai banyaknya sampah dan tumbuhan air memang benar adanya. Saya sering menerima keluhan terkait bau tidak sedap dan menurunnya jumlah pengunjung.” Udin juga menjelaskan beberapa strategi untuk mengatasi pencemaran tersebut, “Kami akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga, yang melibatkan tokoh masyarakat, dan sekolah-sekolah untuk menekankan bahaya membuang sampah sembarangan dan pentingnya memilah sampah. Video edukasi di media sosial dan spanduk imbauan juga akan kami pasang. ” Ujarnya.
Udin juga menjelaskan beberapa strategi untuk mengatasi pencemaran tersebut. Strategi lain yang dilakukan adalah menambah jumlah tempat sampah di sekitar danau dan memastikan tempat sampah tersebut selalu tersedia dan dalam kondisi baik. Udin berharap kondisi lingkungan di danau tetap terjaga. “Kami juga akan memasang tempat sampah khusus untuk sampah plastik dan sampah organik. Kerja sama dan kesadaran warga sangat penting untuk keberhasilan upaya ini. Saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar kita," lanjutnya.
Ahmad Priyadi, penjual jajanan di dekat danau, merasakan dampaknya: “Saya sudah lama berjualan di sini. Dulu, danau ini bersih dan ramai pengunjung. Sekarang, banyak sampah dan bau tidak sedap, sehingga pengunjung berkurang, dan penjualan saya pun terdampak.” Ia menambahkan, “Saya sering melihat orang-orang membuang sampah sembarangan, bahkan langsung ke danau, padahal banyak tempat sampah di sekitar sini. Saya sudah beberapa kali menegur , tapi ya begitu, mereka tetap membuang sampah sembarangan." Jelasnya lagi.
Priyadi juga menyoroti kurangnya petugas kebersihan yang membersihkan danau “Jarang terlihat petugas kebersihan membersihkan danau. Kalau ada pun, hanya membersihkan sebagian kecil saja. Sampah terus menumpuk, dan tumbuhan air semakin banyak. Jika pemerintah serius mengatasi masalah ini, harus ada petugas kebersihan yang rutin membersihkan danau.” Ia berharap pemerintah memasang lebih banyak tempat sampah dan memberikan sanksi tegas bagi pembuang sampah sembarangan agar danau kembali bersih dan ramai pengunjung.
Kurangnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya diperparah dengan lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah. Tidak terlihat adanya petugas kebersihan yang secara rutin membersihkan danau dari sampah. Hal ini menyebabkan sampah terus menumpuk dan membuat danau semakin tercemar.
Kondisi danau yang tercemar ini tentu saja berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Selain merusak estetika, pencemaran juga dapat menyebabkan berbagai penyakit dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Tumbuhan air yang tumbuh subur juga dapat menghambat aliran air dan menyebabkan pendangkalan danau.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan perlu segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Peningkatan kesadaran warga melalui sosialisasi dan edukasi lingkungan sangat penting. Selain itu, perlu adanya pengawasan yang ketat dan penegakan hukum bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Pembersihan danau secara rutin juga perlu dilakukan untuk mengembalikan keindahan dan kelestarian danau Pamulang Square. Jika dibiarkan terus menerus, luka lingkungan ini akan semakin parah dan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar.
