“Autumn”: Saat yang Pernah Menjadi Rumah Berubah

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mahayu Rindang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Musim gugur selalu punya cara sendiri untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang indah tidak selamanya bertahan. Daun-daun yang jatuh bukan berarti pohonnya gagal tumbuh, tetapi memang bagian dari perubahan yang harus terjadi. Begitu pula yang terjadi dalam hubungan di lagu “Autumn” milik NIKI. Lagu bergenre R&B/Soul yang dirilis pada tahun 2022 sebagai bagian dari album Nicole. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang pernah terasa seperti rumah, tetapi pada akhirnya harus dilepaskan.
Terkadang, seseorang datang seperti jawaban atas doa-doa yang selama ini kita panjatkan. Kita mulai memberikan cinta, harapan, dan percaya bahwa mungkin dialah orang yang akan menjadi tempat pulang. Namun, bagaimana jika orang yang awalnya terasa seperti rumah justru menjadi alasan kita mempertanyakan diri sendiri?
Pada awal lagu, hubungan tersebut digambarkan penuh harapan. Ada bagian “You promised home” yang dapat dimaknai lebih dari tempat tinggal. Rumah menjadi simbol seseorang yang berhasil memberikan rasa aman, nyaman, dan dipercaya untuk menjadi tempat pulang. Namun, rasa nyaman tersebut perlahan berubah. Bahkan ketika seseorang itu masih ada, dalam liriknya “I,ve never felt more alone” menunjukkan bahwa kesepian tidak selalu berarti sendirian secara fisik, bisa juga muncul ketika kita merasa tidak lagi dimengerti oleh orang terdekat.
Dalam lagu ini, ia digambarkan sudah memberikan segalanya dalam hubungan tersebut. Ia menceritakan seluruh mimpinya bahkan menganggap seseorang itu bagian dari mimpinya, seperti pada lirik “You know all my dream, you were one, so it seemed”. Namun, seseorang yang awalnya ia jadikan tempat berlindung justru berubah menjadi sumber luka. Menurut saya, bagian ini menjadi salah satu kekuatan lagu karena liriknya terasa sangat familiar bagi banyak orang. Ada keinginan untuk tetap bertahan, tetapi di sisi lain muncul pertanyaan kapan harus berhenti menyiksa diri sendiri.
Menurut saya, kelebihan lagu ini terletak pada liriknya yang memiliki makna yang dalam dan menggambarkan situasi hubungan banyak orang. Selain itu, suara NIKI yang lembut dan khas membuat emosi dalam lagu lebih terasa. Cara NIKI membawakan lagu ini juga tidak berlebihan yang membuat rasa sedih dan kehilangan terasa tidak dibuat-buat. Kekurangannya mungkin ada pada musiknya yang cukup tenang dan repetitif. Bagi pendengar yang lebih suka lagu dengan beat atau perubahan musik yang lebih beragam, lagu ini mungkin terasa sedikit monoton.
Saya menilai lagu “Autumn” berhasil menyampaikan cerita tentang cinta dan kehilangan dengan sederhana tetapi tetap emosional. Liriknya yang dekat dengan banyak orang, suara NIKI yang lembut dan khas membuat emosi dalam lagu semakin terasa, serta musiknya juga sesuai dengan suasana yang dibangun. Saya memberikan nilai 9,5/10 untuk lagu ini. “Autumn” membuat kita sadar bahwa tidak ada yang selamanya, kita harus belajar menerima bahwa tidak semua yang kita cintai harus terus kita miliki. Seperti musim gugur, ada hal-hal yang memang harus jatuh, bukan karena tidak indah, tetapi karena memang sudah waktunya.
