Konten dari Pengguna

Tapak Ilmu: Berani Bicara Tidak Cukup Hanya dengan Teori

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mahayu Rindang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panitia Seminar Tapak Ilmu. Source: foto pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Panitia Seminar Tapak Ilmu. Source: foto pribadi

Bagi sebagian orang, berbicara di depan banyak orang mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, ketika benar-benar berada di depan forum, menyampaikan satu gagasan saja bisa terasa sangat sulit. Rasa gugup, takut salah, atau bingung harus memulai dari mana sering kali membuat seseorang memilih diam. Hal inilah yang menurut saya cukup terasa dalam Seminar Tapak Ilmu 2026 sebagai salah satu rangkaian dari Malam Koneksi 2026 pada Minggu, 27 September 2026 di Aula FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS).

Seminar ini mengangkat tema “Menjelma Suara yang Berani Bicara”. Seminar ini menghadirkan Bapak Muhammad Iqbal, S.Sos., M.M., alumni Ilmu Komunikasi FISIP UNS sebagai pembicara. Materi yang dibawakan berfokus pada public speaking dan personal branding.

Seminar ini menarik karena tidak berlangsung satu arah. Setelah menyampaikan materi, narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba berbicara secara langsung. Dua peserta diminta maju ke depan dan berbicara secara spontan di hadapan peserta lainnya.

Melihat peserta mencoba berbicara secara spontan juga membuat saya menyadari bahwa public speaking bukan berarti harus selalu berbicara dengan sempurna. Keberanian untuk memulai dan menyampaikan apa yang ada di pikiran juga merupakan bagian dari proses belajar.

Selain praktik berbicara, sesi tanya jawab juga menjadi bagian yang cukup menarik. Ketika tiga kesempatan bertanya dibuka, peserta berebut untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Suasana ini membuat seminar terasa lebih hidup. Peserta bisa berinteraksi dan menyampaikan rasa ingin tahunya secara langsung.

Menurut saya, salah satu kelebihan seminar ini adalah materi yang cukup relevan dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Public speaking dan personal branding memang menjadi kemampuan yang dapat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari presentasi di kelas, mengikuti organisasi, bahkan dunia kerja nanti. Penggunaan metode praktik juga membuat materi lebih mudah dikaitkan dengan pengalaman peserta.

Seminar ini berjalan dengan lancar meskipun acara sempat mengalami keterlambatan sekitar 15 menit dari jadwal yang telah ditentukan. Namun secara keseluruhan hal ini tidak sampai mengganggu keberlangsungan acara. Menurut para panitia, acara ini bisa dikatakan berhasil dilaksanakan sesuai rencana.

Mahasiswa Ilmu komunikasi bukan hanya belajar menyampaikan pesan, tetapi juga belajar menemukan keberanian untuk menyuarakan gagasan. Seseorang mungkin memahami banyak teori mengenai komunikasi, tetapi tanpa keberanian untuk menyampaikannya, gagasan tersebut akan sulit didengar orang lain.