Mobile Legends dan Ekonomi Indonesia: Ketika Game Menjadi Bisnis

Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang Penulis dan pemerhati isu sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sopian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang, Mobile Legends mungkin hanya permainan yang dimainkan melalui ponsel untuk mengisi waktu luang. Namun, jika dilihat lebih jauh, perkembangan game tersebut menunjukkan sesuatu yang menarik: sebuah permainan digital dapat berkembang menjadi ekosistem yang melibatkan banyak aktivitas ekonomi.
Di balik pertandingan yang berlangsung di layar, terdapat pemain profesional, tim esports, pelatih, kreator konten, penyelenggara turnamen, sponsor, pekerja produksi, hingga pelaku usaha yang ikut mendapatkan peluang.
Artinya, nilai ekonomi dari sebuah game tidak hanya berasal dari permainan itu sendiri, tetapi juga dari ekosistem yang tumbuh di sekitarnya.
Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam perkembangan esports. Penyelenggaraan M7 World Championship Mobile Legends di Indonesia pada Januari 2026 menjadi salah satu contohnya. Kementerian Ekonomi Kreatif menyebut penyelenggaraan tersebut mencatat nilai investasi hampir US$4 juta dan melibatkan sekitar 2.200 orang dalam berbagai pekerjaan pendukung acara.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa sebuah turnamen game dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas. Ketika pertandingan berskala internasional berlangsung, dibutuhkan berbagai layanan, mulai dari produksi acara, keamanan, teknologi, transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan akomodasi.
Dampaknya juga dapat dirasakan oleh sektor ekonomi kreatif.
Kreator konten dapat membuat video, melakukan siaran langsung, atau membangun komunitas dari aktivitas esports. Desainer dan pekerja kreatif dapat terlibat dalam pembuatan materi visual. Penyelenggara acara membutuhkan tenaga produksi, sementara pelaku UMKM dapat memanfaatkan keramaian acara untuk menawarkan produk kepada pengunjung.
Dengan demikian, game dapat menjadi pintu masuk bagi munculnya pekerjaan dan kegiatan usaha baru.
Hal menarik lainnya adalah perubahan cara masyarakat melihat profesi di industri digital. Dahulu, pekerjaan yang berhubungan dengan game mungkin dianggap terbatas pada pemain. Sekarang, ekosistemnya jauh lebih luas. Seseorang dapat bekerja di bidang produksi konten, pemasaran, manajemen tim, penyelenggaraan acara, desain, teknologi, maupun bisnis yang mendukung industri esports.
Namun, besarnya jumlah pemain tidak otomatis berarti seluruh aktivitas tersebut menghasilkan manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana ekosistem yang tumbuh dapat memberikan ruang lebih luas bagi talenta dan pelaku usaha lokal.
Indonesia tidak cukup hanya menjadi tempat orang bermain game atau menjadi pasar bagi produk digital. Perlu ada kemampuan untuk menghasilkan nilai tambah melalui sumber daya manusia, kreativitas, teknologi, penyelenggaraan event, dan bisnis pendukung.
Di sinilah esports dapat dilihat dari perspektif ekonomi kreatif. Game menjadi titik awal, sedangkan aktivitas di sekitarnya menjadi ruang untuk menciptakan nilai.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi digital tidak selalu hadir dalam bentuk perusahaan teknologi besar. Ekonomi dapat tumbuh dari komunitas yang awalnya terlihat sederhana. Ketika komunitas tersebut berkembang, muncul kebutuhan baru yang kemudian menciptakan peluang bagi orang lain.
Mobile Legends merupakan salah satu contoh bagaimana budaya digital dapat bertemu dengan kegiatan ekonomi. Dari sebuah permainan, muncul kompetisi, komunitas, konten, event, sponsor, hingga peluang bagi pelaku usaha.
Pada akhirnya, pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah bermain game memiliki manfaat ekonomi atau tidak. Yang lebih menarik adalah bagaimana Indonesia dapat membangun ekosistem di sekitar industri game agar semakin banyak talenta, kreator, pekerja, dan pelaku usaha lokal yang ikut menciptakan nilai.
Mobile Legends mungkin dimainkan melalui layar ponsel. Tetapi di balik layar tersebut terdapat aktivitas ekonomi yang jauh lebih luas. Ketika dikelola dengan baik, industri game dapat menjadi salah satu bagian dari perkembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif Indonesia.
Ditulis Oleh : Sopian Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang
