Sosialisasi Anti Bullying di SD Negeri Kretek 04
Tulisan dari PPL SD NEGERI KRETEK 04 KELOMPOK 11 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perundungan atau bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak, baik secara emosional, sosial, maupun akademik. Fenomena ini sering kali terjadi tanpa disadari, bahkan dianggap sebagai hal yang wajar di lingkungan sekolah. Padahal, dampak yang ditimbulkan dapat memengaruhi rasa percaya diri, motivasi belajar, hingga kesehatan mental peserta didik.
Sebagai upaya pencegahan dan pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia, SD Negeri Kretek 04 bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Peradaban menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying. Kegiatan ini diadakan pada Rabu, 29 November 2025, dengan mengusung tema besar “Menjadi Teman yang Baik dan Saling Membantu.”
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menghormati sesama, menumbuhkan sikap empati, serta mengajarkan cara berinteraksi yang positif di lingkungan sekolah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, dan membiasakan budaya saling menghargai.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di aula SD Negeri Kretek 04 dan diikuti oleh 115 siswa dari berbagai tingkat kelas. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan sambutan dari Kepala Sekolah dan perwakilan mahasiswa PPL. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan yang bermanfaat ini, serta berharap agar para siswa dapat mengambil pelajaran penting dari kegiatan tersebut.
Mahasiswa PPL Universitas Peradaban berperan aktif sebagai panitia sekaligus pendamping selama acara berlangsung. Mereka turut membantu dalam menyiapkan tempat, mendampingi peserta, hingga mengarahkan siswa selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar yang dilakukan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Ujang Khiyarusaleh, M.Pd., seorang dosen Universitas Peradaban yang dikenal sebagai pendidik dan pemerhati karakter anak. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak negatif yang dapat terjadi akibat perilaku tersebut.
Dr. Ujang Khiyarusaleh menyampaikan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk ejekan, pengucilan, atau perilaku yang merendahkan orang lain. “Kadang kita tidak sadar telah menyakiti teman sendiri lewat kata-kata. Karena itu, penting bagi kita untuk belajar menghormati perasaan orang lain,” ujarnya dalam penyampaian materi.
Pesan utama dari kegiatan ini adalah “Menjadi teman yang baik dan saling membantu.” Melalui pesan ini, siswa diajak untuk menumbuhkan rasa empati, tidak mudah menilai orang lain, serta berani membela teman yang menjadi korban perundungan. Dr. Ujang juga menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua anak.
Agar penyampaian materi lebih menarik, kegiatan juga diselingi dengan games edukatif, simulasi situasi sosial, dan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa PPL membantu memandu kegiatan ini agar suasana tetap hidup dan siswa aktif berpartisipasi. Anak-anak tampak antusias saat diminta menceritakan pengalaman mereka dalam menolong teman atau mengatasi konflik kecil di sekolah.
Kegiatan Anti Bullying ini mendapatkan respon positif dari seluruh siswa SD Negeri Kretek 04. Mereka terlihat bersemangat mengikuti setiap sesi, terutama ketika diajak bermain sambil belajar tentang pentingnya sikap saling menghormati. Beberapa siswa bahkan mengungkapkan pengalaman mereka saat menjadi korban ejekan teman, dan bagaimana mereka kini memahami bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan kembali.
Guru-guru yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurut mereka, sosialisasi seperti ini sangat penting karena dapat membentuk karakter siswa sejak dini agar menjadi pribadi yang lebih peduli dan berempati terhadap sesama. Dengan cara yang sederhana namun bermakna, kegiatan ini membantu siswa memahami perbedaan antara bercanda dan merundung.
Selain memberikan dampak langsung kepada siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PPL. Mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan siswa sekolah dasar, mengelola kegiatan edukatif, serta menanamkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata tentang pentingnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Dalam penutupan kegiatan, Dr. Ujang Khiyarusaleh kembali menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak. “Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan, tidak boleh ada yang merasa takut".

