"Lulus Nanti Mau Jadi Apa?" Kebingungan yang Dialami oleh Siswa Kelas 12 SMK

Siswa Jurusan Manajemen Perkantoran di SMK Katolik St. Familia Tomohon
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Prisila Simbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mendekati akhir masa sekolah, satu pertanyaan yang sering muncul di benak siswa kelas 12 adalah: “Lulus nanti aku mau jadi apa?” Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi bagi banyak siswa, justru menjadi sumber kebingungan dan tekanan.
Sebagai siswa SMK, ekspektasi yang diterima sering kali lebih besar. Banyak yang beranggapan bahwa lulusan SMK harus siap kerja setelah lulus. Namun kenyataannya, tidak semua siswa benar-benar merasa siap. Ada yang masih ragu dengan kemampuan diri, ada juga yang belum menemukan minat dan tujuan yang jelas.
Di sisi lain, pilihan setelah lulus tidak hanya satu. Siswa dihadapkan pada berbagai opsi. Langsung bekerja, melanjutkan kuliah, atau bahkan masih mencari arah. Banyaknya pilihan ini justru membuat sebagian siswa merasa bingung dan takut mengambil keputusan yang salah.
Tekanan juga datang dari lingkungan sekitar. Pertanyaan seperti “sudah dapat kerja belum?” atau “lanjut kuliah di mana?” sering kali membuat siswa merasa harus segera punya jawaban, meskipun sebenarnya mereka sendiri masih dalam proses mencari.
Kebingungan ini sebenarnya merupakan hal yang wajar. Dalam psikologi perkembangan oleh Erik Erikson, masa remaja akhir (sekitar usia 17–18 tahun) merupakan fase pencarian jati diri atau dikenal dengan konsep Identity vs Role Confusion. Pada tahap ini, individu sedang berusaha memahami siapa dirinya dan apa yang ingin dicapai dalam hidup.
Selain itu, teori perkembangan karier dari Donald Super juga menjelaskan bahwa remaja berada pada tahap exploration, yaitu fase di mana seseorang mencoba mengenali minat, kemampuan, dan peluang karier. Artinya, kebingungan yang dirasakan siswa kelas 12 bukanlah tanda kegagalan, melainkan bagian dari proses perkembangan.
Namun, jika tidak dikelola dengan baik, kebingungan ini bisa menimbulkan kecemasan. Beberapa siswa mulai membandingkan diri dengan teman yang sudah memiliki rencana jelas. Hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat mereka merasa tertinggal.
Untuk itu, penting bagi siswa untuk memahami bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak semua harus langsung tahu arah hidup setelah lulus. Mengenali minat, mencoba hal baru, dan mencari pengalaman adalah langkah yang bisa membantu menemukan jalan yang tepat.
