Konten dari Pengguna

James Jebbia, Karyawan Toko Skateboard yang Sukses Bikin Brand Mewah Supreme

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Supreme x Swarovski. Foto: Dok. Supreme
zoom-in-whitePerbesar
Supreme x Swarovski. Foto: Dok. Supreme

Siapa tak kenal Supreme? Brand dengan harga fantastis tersebut merupakan sebuah merek yang berfokus pada dunia hip hop dan skateboard. Didirikan oleh James Jebbia, Supreme menjelma menjadi merek fesyen ternama di dunia.

James Jebbia, seorang pendiri toko skateboard dan merek pakaian Supreme. Lahir pada 22 Julo 1963 di Amerika Serikat, Jebbia menghabiskan masa kecilnya di Crawley, Sussex Barat, Inggris Raya. Ia kemudian pindah lagi ke AS pada 1983 dan menetap di New York City.

Awal mula kariernya dimulai saat ia bekerja di Parachute, sebuah toko skate dan pakaian minimalis yang ada di SoHo, Manhattan pada 1983. Jebbia mulai mengelola toko streetwear miliknya sendiri, Union NYC pada 1989 di Spring Street, Manhattan. Setelah itu, ia bermitra dengan pengecer streetwear Shawn Stüssy sejak tahun 1991 hingga 1994.

James Jebbia Foto: Dok. Hypebeast

Pada tahun 1994, Jebbia memutuskan untuk mendirikan Supreme sebagai sebuah merek pakaian dan toko skateboard. Berbekal pengalamannya merancang busana, ia mendesain produk yang akan dijualnya.

Hingga saat ini, Supreme telah menjalin kolaborasi dengan banyak brand ternama seperti Comme des Garcons, Levi's, Vans dan Louis Vuitton. Berkat kolaborasi dan konsistensi terhadap desain dan kualitas produk, Supreme menjelma menjadi sebuah merek mahal dan eksklusif.

Namun, kemewahan tersebut bukan berarti melunturkan minat konsumennya. Justru Supreme kini lebih dikenal oleh anak muda dari berbagai kalangan dan tidak hanya terbatas pada skateboarder saja.

Adapun ide-ide dari desain pakaian Supreme diadopsi dari gaya retro 90-an yang dianggap Jebbia sebagai era keemasan dari sebuah karya seni, musik hingga fashion.

Pebisnis asal Amerika Serikat tersebut memiliki kekayaan bersih sekitar USD 800 juta. Kekayaan bersihnya didapat sebagian dari label Stussy serta Supreme.