KKN UNS 288 Dorong UMKM Sumberharjo Lewat Pelatihan Marketplace Online

Saya merupakan mahasiswa yang sedang menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Bilal Purwo Anggoro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 288 menggelar program “Pengenalan Marketplace Online untuk UMKM Desa” pada hari Rabu, 13 Agustus 2025 di Padukuhan Dinginan, Kalurahan Sumberharjo. Acara ini dihadiri para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta perwakilan Rukun Tetangga (RT) Padukuhan Dinginan. Tujuan program ini adalah sebagai upaya dalam meningkatkan adopsi digital untuk UMKM dan juga membuka potensi baru berbisnis secara digital. Lurah Sumberharjo, Bapak Kurniawan Widiyanto, S.E. hadir dan memberikan sambutan, serta memberikan semangat dan dukungan untuk keberjalanan UMKM.
Marketplace online adalah pasar digital tempat penjual dan pembeli bertemu untuk bertransaksi melalui internet. Ciri-cirinya berupa penjual dan pembeli tidak bertemu langsung, transaksi melalui via daring (dengan media HP/laptop), pembayaran dilakukan secara digital (transfer, e-wallet, atau lainnya), dan pengiriman barang dilakukan melalui jasa ekspedisi.
Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan UMKM desa yang masih minim pemahaman pemasaran digital dan belum optimal memanfaatkan platform daring. Pelatihan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. Melalui pelatihan ini, peserta akan dikenalkan pada berbagai marketplace populer, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop. Tim KKN UNS menekankan pentingnya UMKM desa untuk mulai memanfaatkan marketplace sebagai sarana pemasaran. Melalui platform daring, produk lokal dapat menjangkau pembeli lebih luas hingga ke seluruh Indonesia tanpa perlu membuka cabang. Potensi penjualan pun meningkat karena pesanan dapat masuk kapan saja, 24 jam sehari. Marketplace juga menawarkan cara promosi yang lebih mudah dan murah melalui fitur iklan digital, tanpa harus mencetak brosur atau memasang spanduk. Dengan strategi yang tepat, UMKM desa mampu bersaing dengan produk kota, baik dari segi kualitas maupun tampilan. Selain itu, adanya ulasan dan penilaian pembeli di marketplace dapat membangun kepercayaan konsumen. Pada akhirnya, pemanfaatan marketplace menjadi langkah penting bagi UMKM untuk naik kelas, berkembang, dan berkelanjutan.
“Sekarang orang belanja itu sudah banyak yang lewat HP. Kalau UMKM desa kita tidak mulai masuk marketplace dari sekarang, kita akan tertinggal dan sulit bersaing. Marketplace bukan hanya soal jualan online, tapi juga cara untuk menunjukkan bahwa produk kita layak dibeli orang dari luar daerah, bahkan dari ujung Indonesia sekalipun,” ujar Akhmad Satria Damar Jagad, penanggung jawab program kerja.
Dalam kegiatan ini, peserta dibimbing langsung dalam membuat akun toko online (via Shopee), mengunggah foto produk, menulis deskripsi yang menarik, serta mengatur harga secara kompetitif. Selain itu, tim KKN UNS 288 juga memberikan materi tentang strategi branding produk, teknik fotografi sederhana untuk menarik pembeli, penentuan harga yang kompetitif, serta pengenalan sistem pembayaran digital berbasis QRIS sekaligus dibimbing langkah demi langkah untuk membuat QRIS. Harapan dari kegiatan ini adalah UMKM Sumberharjo dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkuat daya saing produk lokal di era digital.
“Sekarang ini kita hidup di zaman serba digital. Mau beli baju, pesan makanan, bahkan membayar pun bisa lewat handphone. Karena itu, pelaku usaha harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Dengan membuat toko online dan menggunakan pembayaran QRIS, usaha kita tidak hanya dikenal di sekitar sini, tapi juga bisa diakses pembeli dari luar kota, bahkan seluruh Indonesia.” ujar Salsabila Huwaidah selaku koordinator acara. Bapak Kurniawan Widiyanto, S.E. selaku Lurah Sumberharjo, juga menyampaikan dalam sambutannya, menekankan bahwa perkembangan UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, "Kita berada di era media sosial, siap tidak siap kita dipaksa masuk dalam dunia maya. Orang yang kuat itu orang yang bisa dengan cepat beradaptasi karena dengan beradaptasi kita bisa menyesuaikan diri ke mana pun kita berada.”
Dengan bekal keterampilan digital yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan UMKM Sumberharjo dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan menjadi bagian dari industri kreatif desa. Program ini menjadi langkah awal menuju perekonomian desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
