Dear Pelajar SLTA: Mau Langsung Kerja? Modal Ijazah Saja Gak Cukup
Tulisan dari Putri Ayu Apriyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Masa-masa sekolah merupakan momen indah masa remaja. Dimana bergaul dengan teman-teman di sana begitu terasa mengasyikkan. Sampai terkadang mengalihkan fokus kegiatan belajar di kelas.

Selama proses pembelajaran, kita dituntut untuk bisa mengerjakan tugas, menyelesaikan soal-soal teori atau praktik, mencatat apa yang ditulis atau di dikte oleh guru, hingga membuat kelompok belajar. Serangkaian proses belajar tersebut terangkum dalam kurikulum belajar selama 3 tahun. Dimana puncaknya saat di kelas 12 yang menjadi penentu kelulusan adalah nilai hasil ujian akhir yang sesuai standar penilaian nasional pendidikan. Apabila telah mendapatkan hasil nilai yang sesuai tersebut, barulah dinyatakan lulus dan berhak mendapat ijazah, yang merupakan dokumen surat tanda tamat belajar (disingkat: STTB).
Setelah lulus berijazah, setiap orang memilih jalannya masing-masing. Ada yang lanjut study ataupun memulai karir. Jika pilihanmu memulai karir, bermodalkan ijazah saja belum cukup menjamin kamu bisa langsung mendapatkan pekerjaan. Di negeri ini, walaupun kamu memiliki nilai sempurna yang tercetak jelas di atas kertas, tidak serta-merta menjadi golden ticket untuk kerja di perusahaan. Saat interview dengan HRD tak akan kamu dengar pertanyaan "Dulu saat sekolah, kamu dapat ranking/nilai akhir berapa?". Justru yang akan kamu dengar adalah pertanyaan "Adakah pengalamanmu selama sekolah yang berkaitan dengan pekerjaan, misalnya mahir mengoperasikan komputer?" Atau "Pernah ada pengalaman PKL?".
Fakta pahitnya, angka cantik di ijazahmu tidak dibutuhkan untuk menunjang operasional perusahaan. Selama sekolah kita selalu mendengar pernyataan "Sekolah yang rajin, yang pintar, biar gampang cari kerja". Tapi kenyataan di lapangan, rajin dan pintar yang kita usahakan selama sekolah hanya upaya untuk mendapatkan selembar ijazah bukan sebuah pekerjaan di masa depan. Ijazah adalah tiket antre mencari pekerjaan di antara barisan orang-orang pencari kerja yang lain, yang mungkin tidak hanya bermodalkan ijazah. Bersama ijazah, mereka juga mencantumkan sertifikat pengalaman kerja, sertifikat kursus, sertifikat kompetensi kerja, dan dokumen lain sebagainya yang mendukung pekerjaan yang akan dilamar.
Untuk kamu yang saat ini masih di bangku SLTA, berikut adalah hal-hal yang dapat kamu persiapkan untuk menunjang karir di masa depan:
1. Asah skill
Tentukan minat dan bakatmu dari sekarang. Coba renungkan hal apa yang kamu sukai tanpa menjadikan hal tersebut beban saat kamu mulai mempelajarinya, bahasa sederhananya adalah hobi.
Sebagai contoh: Kamu menyukai kegiatan menulis. Selain menulis di kertas, mulailah belajar mengetik di komputer atau laptop. Pelajari fitur-fitur microsoft word yang dapat menunjang kegiatan menulismu. Jadwalkan kegiatan mengetikmu agar tidak menganggu waktu kewajiban sekolah, misalnya setiap saat pulang sekolah, selesai mengerjakan PR, atau libur sekolah. Mulailah aktif berinovasi dengan membuat sebuah karya yang kamu ketik, seperti membuat artikel di media online atau mengikuti lomba penulisan. Saat lulus nanti dan melamar kerja, di CV, kamu dapat menuliskan skill ini dan dibuktikan juga dengan menyertakan portofolio. Hal tersebut dapat membuatmu lebih unggul di mata HRD. Karena banyak perusahaan yang membutuhkan skill mengetik cepat dan menguasai software microsoft word.
2. Mengikuti program praktik kerja lapangan (PKL)
Bagi pelajar SMK, PKL menjadi program wajib penentu kelulusan. Saat kamu memasuki dunia usaha atau industri rekanan program PKL sekolahmu, anggaplah seakan-akan momen tersebut adalah hari pertamamu bekerja. Sehingga kamu memiliki motivasi untuk menjadi pekerja terbaik. Menjadi pekerja terbaik berarti harus disiplin dan bekerja secara profesional. Belajarlah untuk hal tersebut.
Pahami arahan pembimbing kerja saat menjelaskan tata tertib dan metode kerja. Jika diperlukan, siapkan juga buku notes untuk mencatat hal-hal apa saja yang berhubungan dengan pekerjaan di tempat PKL. Bangun relasi yang baik dengan karyawan di sana dan juga partner PKL (apabila ditugaskan kerja ber-team). Jangan ragu bertanya pada pembimbing atau pun karyawan di sana apabila kamu mengalami kesulitan atau sekedar ingin tahu mengenai dunia kerja.
Biasanya program PKL ini berlangsung selama 3 bulan. Oleh karena itu, usahakan menyelesaikan PKL selama waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Agar saat masa PKL selesai, kamu bisa mendapatkan sertifikat PKL dengan nilai yang terbaik. Sehingga dapat menjadi bukti bahwa kamu pernah berpengalaman kerja. Meski PKL, namun ini adalah penentu awal karirmu di masa depan. HRD dapat menentukan posisi kerja yang pas untukmu sesuai pengalaman PKL mu.
3. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
Mungkin sebagian dari kalangan pelajar, kegiatan di luar pembelajaran sekolah merupakan hal yang paling dihindari termasuk ekstrakurikuler. Bagi pelajar SMK, eskul bisa jadi double experience. Tapi jika kamu pelajar SMA yang notabene tidak ada program PKL, ekstrakurikuler bisa jadi alternatif pendukung karir di masa depan.
Pilihlah jenis eskul yang kamu minati. Aktif mengikuti segala latihan serta mewujudkan visi dan misi kegiatan tersebut, seperti meraih prestasi di eskul dengan mengikuti perlombaan atau uji kompetensi yang berkenaan dengan eskul tersebut. Saat kamu lulus, kegiatan ekstrakurikuler ini bisa kamu cantumkan di CV dalam kolom pengalaman. Sehingga keaktifanmu di eskul dan prestasinya tentu akan mendapat perhatian lebih dari HRD.
4. Perbanyak pergaulan yang positif
Dalam bergaul memang kita tidak boleh pilih-pilih teman. Namun mem-filter pergaulan penting agar kamu tidak terjerumus ke hal-hal yang kurang berfaedah. Pergaulan menjadi salah satu faktor yang dapat membentuk karakter dan ciri khas (personal branding) untuk orang dapat mengenalmu. Contoh: Saat di sekolah kamu akrab dengan teman-teman sekolah yang ikut organisasi OSIS, walaupun kamu sendiri tidak bergabung di organisasi tersebut. Saking akrabnya, kamu jadi memiliki kemampuan public speaking yang baik. Sehingga teman-teman di kelas mengenal kamu adalah seorang yang jago presentasi di kelas.
Kemampuan public speaking dan personal branding "jago presentasi di kelas" tersebut merupakan keuntungan dari pergaulan yang positif yang dapat support CV mu jadi lebih berbobot dalam penilaian HRD.
Sekolah selama 12 tahun memang kewajiban berpendidikan. Namun jangan hanya berfokus untuk belajar untuk mengejar nilai ataupun peringkat kelas. Penentu masa depan karirmu adalah bagaimana kamu dapat mengolah kemampuan yang ada dalam diri. Maka belajarlah juga untuk mengembangkan skill dan lakukan kegiatan produktif yang dapat mendukung pekerjaan di masa setelah kelulusan.
Selain ijazah tanda tamat sekolah, ada juga dokumen pendukung sebagai pembuktian bahwa walaupun kamu fresh graduate, tetapi telah memiliki skill dan pengalaman. Sehingga dapat meningkatkan peluang lolos di tempat kerja yang akan dilamar nanti.

