Konten dari Pengguna

Kolintang: Warisan Budaya dalam Proses Pembelajaran Musik yang Bermakna

Putri Torar

Putri Torar

Siswa SMK Katolik St Familia Tomohon Manajemen Perkantoran

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Torar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi bermain kolintang. Sumber: Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi bermain kolintang. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Kolintang merupakan salah satu warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Melalui kolintang, siswa tidak hanya belajar tentang nada dan irama, tetapi juga memahami proses belajar yang melibatkan kesabaran dan ketekunan.

Pada awalnya, saya menganggap bahwa belajar kolintang tidak jauh berbeda dengan mempelajari alat musik lainnya. Namun, ketika mulai terlibat secara langsung, saya menyadari bahwa prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Setiap bagian dalam permainan kolintang memiliki peran yang berbeda, sehingga membutuhkan perhatian dan pemahaman yang baik agar dapat dimainkan dengan tepat.

Siswa SMK Familia Tomohon saat menampilkan kolintang dalam acara Congregation of the Sisters of Jesus Mary Joseph. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Pengalaman pertama bermain kolintang tidak semudah yang saya bayangkan. Saya sempat kesulitan menyesuaikan tempo dan memahami bagian nada yang harus dimainkan. Dalam satu kelompok, setiap orang memegang peran yang berbeda, sehingga kesalahan kecil saja bisa memengaruhi keseluruhan permainan. Di titik ini, saya mulai menyadari bahwa kolintang bukan sekadar memainkan nada, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan dan kerja sama.

Hal tersebut semakin terasa ketika dimainkan bersama dalam satu tim, di mana setiap bagian harus saling menyesuaikan agar menghasilkan permainan yang selaras. Dalam prosesnya, kebersamaan dan kekompakan menjadi hal penting yang tidak dapat dipisahkan.

Dokumentasi bersama tim kolintang dan kepala sekolah setelah kegiatan pentas Seni. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Situasi tersebut membuat saya harus lebih fokus dan benar-benar memperhatikan setiap ketukan. Tidak jarang saya merasa ragu dan takut melakukan kesalahan, terutama saat bermain bersama. Namun, dari proses itu, saya belajar bahwa kesalahan bukanlah hal yang harus dihindari, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.

Kolintang secara tidak langsung melatih konsentrasi dan ketelitian. Setiap nada memiliki peran, dan tidak ada bagian yang bisa dianggap tidak penting. Hal ini membuat saya mulai memahami bahwa memainkan kolintang membutuhkan kesabaran dan pengendalian diri agar dapat mengikuti ritme dengan tepat.

Selain itu, kolintang juga mengajarkan pentingnya saling mendengarkan. Setiap pemain tidak hanya fokus pada bagiannya sendiri, tetapi juga perlu memperhatikan permainan anggota lain. Kemampuan untuk saling menyesuaikan menjadi kunci agar harmoni dapat tercipta dengan baik.

Kolintang tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah, tetapi juga merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas daerah. Keberadaannya mencerminkan kekayaan budaya Minahasa yang terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Melalui proses belajar kolintang, siswa secara tidak langsung ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya tersebut agar tetap hidup dan tidak terlupakan.

Dalam konteks ini, pembelajaran kolintang menjadi lebih dari sekadar kegiatan belajar musik. Ada tanggung jawab yang tersirat untuk mengenal, memahami, dan menghargai warisan budaya yang dimiliki. Proses tersebut tidak selalu disadari, tetapi perlahan membentuk kesadaran bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, melainkan juga untuk dilanjutkan.

Dokumentasi setelah mengikuti lomba kolintang dalam Festival Seni Budaya Tomohon. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Pada akhirnya, pembelajaran kolintang memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan musik, tetapi juga membentuk sikap dalam proses belajar. Kolintang menjadi sarana yang memperlihatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh bagaimana seseorang mampu berkontribusi dalam sebuah kelompok.

Dengan demikian, kolintang sebagai warisan budaya tidak hanya perlu dikenal, tetapi juga dipahami melalui proses pembelajaran yang bermakna. Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat memperoleh nilai-nilai penting yang dapat diterapkan tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.