Dari Anak Kali Rahtawu, untuk Seni dan Budaya yang Tak Ingin Padam

Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Radinda Elfara Devirza Arfian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menjaga sebuah komunitas seni tetap berjalan membutuhkan lebih dari sekadar keinginan untuk berkarya. Ada waktu yang harus disediakan, kegiatan yang harus disiapkan, hingga dukungan yang dibutuhkan agar pertunjukan dapat terselenggara. Di antara berbagai tantangan tersbeut, Teater AKaR berusaha untuk mempertahankan ruang kesenian yang menjadi tempat tumbuhnya potensi anak muda dari Desa Rahtawu.
Teater AKaR singkatan dari Anak Kali Rahtawu merupakan komuitas seni dan budaya teater yang berdiri sejak tahun 2017 dan terletak di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Anggota dari Teater AKaR tentunya anak-anak muda yang berada di Desa Rahtawu yang merupakan alumni dari Teater NSA, SMP 3 Satap Gebog dan didirikan oleh bapak Sugiarto yang dahulu mengajar di sekolah tersebut.
Menurut Bapak Sugiarto, tujuan didirikan Teater AKaR yaitu untuk mengembangkan bakat anak muda khususnya alumni Teater NSA dalam bidang seni seperti teater, tari, puisi, dan lainnya. Selain itu, komunitas ini dapat menjaga silaturahmi agar tidak terputus meskipun sudah menjadi alumni serta menjadi rumah kedua bagi para anggota.
Teater AKaR mempunyai potensi yang ingin dikembangkan melalui berbagai kegiatan pada bidang seni. Dengan bimbingan dari Bapak Sugiarto, komunitas ini memberikan ruang bagi anak muda untuk terus belajar dan berkarya. Di sisi lain, komunitas Teater AKaR tidak hanya berfokus pada potensi pengembangan dan penampilan anggota, tetapi juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya yang ada di Desa Rahtawu.
“Teater AKaR memperkenalkan budaya seperti cerita kehidupan setempat yang diangkat melalui pementasan agar masyarakat sendiri maupun masyarakat lain lebih mengenal budaya yang ada di daerah Desa Rahtawu,” ujar Bapak Sugiarto.
Dengan berbagai tujuan yang ingin diwujudkan oleh komunitas tersebut, tentunya perjalanan Teater AKaR dalam mempertahankan komunitas tidak mudah. Keterbatasan pendanaan merupakan salah satu kendala yang dihadapi saat mempersiapkan kegiatan atau pementasan.
Bapak Sugiarto menjelaskan, “Setiap komunitas saat ingin melakukan pementasan pasti mengalami sulitnya pencarian sponsor dan pencairan dana. Namun, dengan usaha yang berlika-liku dari para anggota dalam mencari sponsor serta dukungan yang hadir dari pemerintah Desa Rahtawu dan Bakti Budaya Djarum Foundation sehingga Teater AKaR bisa melakukan pementasan.”
Selain itu, Teater AKaR juga menghadapi tantangan tersendiri dalam mencari waktu. Bapak Sugiarto mengungkapkan, “Seiring bertambahnya usia yang semakin dewasa membuat para anggota mulai memiliki kesibukan masing-masing sehingga untuk mencari jadwal kumpul, latihan, dan persiapan pentas menjadi semakin sulit. Tetapi agar silaturahmi tetap terjaga maka masih diadakannya kumpul hanya untuk sekedar mengobrol dan temu kangen meskipun tidak semua anggota hadir.” Komunitas yang awalnya didirikan untuk melanjutkan dan mengembangkan bakat seni, kini diperlukannya adaptasi dengan kehidupan para anggota yang semakin dewasa dan berkembang.
Tantangan yang dihadapi oleh Teater AKaR merupakan sebuah perjalanan dari perjuangan komunitas yang tidak bisa dilihat saat pementasan sehingga merupakan bagian proses yang sangat penting dalam komunitas ini. Dengan adanya beberapa upaya untuk menjaga kegiatan agar tetap berjalan, mencari dukungan, dan menyesuaikan waktu agar setiap anggota tetap dapat terlibat disetiap agenda berkaitan dengan tujuan komunitas dalam memberikan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan bakat seni dan memperkenalkan budaya Desa Rahtawu kepada masyarakat lebih luas.
Teater AKaR bukan hanya sekadar nama komunitas yang lahir dari para alumni Teater NSA. Komunitas ini mempunyai ruang bagi anak muda untuk belajar, berkembang, berkarya, serta mengenalkan budaya daerah. Perjalanan dalam mempertahankan komunitas membutuhkan usaha bersama agar kegiatan seni tidak berhenti ketika kurangnya dukungan dan para anggota yang mempunyai kesibukan masing-masing.
Oleh karena itu, dari komunitas Teater AKaR yang mempunyai upaya untuk menjaga seni dan budaya meskipun perjalanan tidak mudah dan dengan tujuan komunitas ini yang menunjukkan mengapa ruang berkesenian bagi anak muda tetap penting untuk dipertahankan.
