Konten dari Pengguna

Mengapa Tanjung Lebih Sering Tertutup Kabut Dibandingkan Area Pantai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafli Iqbal Taufiqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tanjung dan Teluk (Sumber : Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tanjung dan Teluk (Sumber : Unsplash)

Pernahkah Anda menyadari satu pemandangan saat berkendara menyusuri jalanan pesisir yang berkelok? Area daratan atau tebing yang menjorok ke laut yang disebut tanjung sering kali tertutup oleh kabut tebal. Sebaliknya, area pantai berpasir yang melengkung ke darat atau teluk di sebelahnya justru tampak cerah cahaya matahari.

Fenomena ini bukanlah sebuah kebetulan. Perbedaan cuaca di satu wilayah yang berdekatan ini murni merupakan hasil dari proses fisika yang disebabkan oleh angin laut saat membentur garis pantai yang tidak rata.

Saat angin laut yang membawa banyak uap air bergerak menuju daratan, prosesnya tidak selalu mulus. Ketika embusan udara basah ini menabrak daratan tanjung, alirannya seolah terjepit dan dipaksa menumpuk di satu area yang sempit. Dalam dunia meteorologi, proses penumpukan atau pertemuan udara ini dikenal dengan istilah konvergensi.

Karena udaranya menumpuk dan ruang geraknya terbatas, satu-satunya jalan keluar bagi aliran udara tersebut adalah bergerak naik ke atas. Saat udara basah ini naik, suhunya secara perlahan akan mendingin. Begitu suhu dinginnya menyentuh batas titik embun, uap air yang awalnya tidak terlihat mata akan langsung mengembun menjadi kabut tebal (kabut adveksi) yang menyelimuti area tanjung.

Kondisi yang berlawanan terjadi di area pantai yang melengkung ke dalam. Saat angin laut melintasi garis pantai teluk, aliran udaranya justru merenggang dan menyebar menjauh satu sama lain (divergensi).

Udara yang menyebar luas ini memicu pergerakan udara turun dari atas ke permukaan. Secara alamiah, udara yang bergerak turun akan mengalami sedikit peningkatan suhu. Hawa yang sedikit lebih hangat inilah yang berhasil mencegah uap air untuk mengembun.

Sehingga area pantai berpasir tidak selimut kabut. Kita bisa bersantai menikmati teriknya matahari pantai, sementara tebing tanjung di kejauhan masih di balik kabut putih.