24 Contoh Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk beserta Ciri-Cirinya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika belajar bahasa Indonesia, pastinya akan diajarkan untuk bisa menulis kalimat dengan benar. Salah satunya adalah membuat kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Ada beberapa contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk yang bisa dipelajari.
Menurut buku Ringkasan & Pembahasan Soal Bahasa Indonesia SMP oleh Rika Lestari (2006: 37), kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam rupa lisan atau tulisan yang dapat mengungkapkan isi pikiran secara utuh. Biasanya, kalimat berisi dua kata atau lebih yang memiliki makna dan pola intonasi akhir.
Namun, kalimat juga dipahami sebagai satuan sintaksis yang disusun berdasarkan konstituen dasar, yaitu klausa atau susunan klausa. Susunan ini membentuk sebuah kesatuan ujaran yang memiliki makna tersendiri.
24 Contoh Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk serta Ciri-Cirinya
Ada contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk beserta cirinya yang bisa membantu pelajar untuk mengetahui perbedaan dari kedua kalimat tersebut. Pastinya, kalimat tersebut mudah dipahami dan tidak sulit untuk membuat kalimat yang mengandung makna.
1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri satu subjek, satu predikat, dan satu objek atau sebuah keterangan. Kalimat ini juga memiliki ciri-ciri yang bisa menjadi perbedaan dari jenis kalimat lainnya.
Kalimat selalu dimulai dengan huruf kapital
Kalimat tunggal hanya menggambarkan satu peristiwa saja
Kalimat ini juga tidak memiliki kata hubung
Ada beberapa contoh kalimat tunggal yang bisa menjadi gambaran pelajar dalam membuat sebuah kalimat dengan jenis kalimat tunggal.
Kita akan pergi tamasya ke Yogyakarta.
Mereka makan sate ayam.
Bapak pergi ke rumah Pak RT.
Kakak pergi bekerja.
Lia membaca buku.
2. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua pola kalimat atau lebih dan disebut juga sebagai kalimat luas atau kompleks. Kalimat ini juga memiliki ciri-ciri yang berbeda dari jenis kalimat sebelumnya.
Kalimat mengandung penggabungan atau pelunasan
Perluasan itu membentuk pola kalimat yang baru
Terdapat perubahan pada intonasi
Terdapat subjek dan predikat yang lebih dari satu.
Namun, kalimat majemuk ini memiliki tiga jenis kalimat, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Berikut contoh dari tiga jenis kalimat majemuk tersebut.
1. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat luas yang memiliki antarpola pada kalimatnya dan memiliki kedudukan sama. Berikut contohnya.
Bapak memasak nasi goreng dan aku sangat menyukainya.
Gita menerima telepon, mencatat pesanan, dan melaporkannya kepada petugas di gudang.
Kakak ingin bermain di lapangan, tetapi ayah tidak mengizinkannya keluar rumah.
Ibu baru bisa tidur setelah kakak pulang malam itu.
Nia bisa menyulam manual bahkan ia juga bisa menjahit manual.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat tunggal yang memiliki unsur diperluas sehingga membentuk sebuah pola baru. Berikut contohnya.
Deri tetap pergi ke sekolah meskipun hari hujan pagi itu.
Tina tidak bisa tidur karena ada tugas yang harus diselesaikan malam itu.
Suaranya menggelegar bagaikan membelah bumi.
Bu Rita datang menjemput ke sekolah, ketika saya dalam perjalanan menuju rumah.
Nida berjanji akan membelikan boneka, kalau adiknya mendapatkan rangking satu di kelas.
3. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran adalah penggabungan dari kalimat majemuk setara dan tingkat. Berikut contohnya.
Kerja bakti di desa dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kekeluargaan, karena melibatkan seluruh warga desa.
Kakak membersihkan rumah bagian dalam sementara adik membersihkan bagian luar sehingga semua bisa cepat selesai hari itu.
Ida menyumbangkan sebuah ide sementara Ani mengimplementasikan dengan baik hingga mereka mendapatkan nilai tertinggi di kelas.
Adi malas pergi ke sekolah karena jarak rumahnya yang jauh sebab waktu termakan banyak di perjalanan.
Lala terus bernyanyi di panggung meskipun Ia menerima banyak hujatan di internet karena dinilai belum bisa bernyanyi dengan baik.
Baca Juga: Kalimat Utama: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Demikian beberapa contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk yang bisa menjadi referensi bagi pelajar. Pentingnya mengetahui contoh dari jenis kalimat agar dapat menciptakan sebuah kalimat dengan baik dan memiliki arti. (AYA)
