Konten dari Pengguna

Akibat Rambut Rontok dan Penyebabnya yang Harus Diwaspadai

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi akibat rambut rontok. Sumber: ViniciusAmnx/unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi akibat rambut rontok. Sumber: ViniciusAmnx/unsplash.com.

Akibat rambut rontok akan mengganggu bagi yang tidak ingin kepala botak. Namun banyak hal dibalik rambut yang harus diwaspadai. Kadang, rambut rontok bukan hanya karena salah sampo.

Rambut adalah mahkota. Rambut yang bersih dan sehat menjadi idaman banyak orang. Apa jadinya jika rambut rontok terus? Untuk mencegahnya, harus diketahui penyebab kerontokan tersebut.

Akibat Rambut Rontok

Ilustrasi akibat rambut rontok. Sumber: SuhyeonChoi/unsplash.com.

Akibat rambut rontok akan mengganggu fungsi rambut tersebut bagi manusia. Rambut memang tidak hanya di kepala, tapi umumnya yang diperhatikan adalah yang di kepala karena terlihat dengan mudah.

Berikut adalah akibat rambut rontok bagi manusia:

  1. Kebotakan. Ada banyak orang yang menyukai penampilan dengan kepala botak, misalnya Dwayne Johnson dan Jason Statham. Namun tak sedikit yang habis-habisan mempertahankan mahkotanya.

  2. Rambut berfungsi melindungi kepala dari panas dan dingin. Jika sampai botak, berarti tidak ada pelindung lagi, sehingga kerap harus mengenakan topi atau penutup kepala lainnya.

  3. Membuat sekitar rumah bertabur rambut. Bahkan rambut bisa menyumbat saluran air ketika keramas. Akhirnya kesibukan membersihkan rumah bertambah.

  4. Mengganggu konsentrasi. Karena sibuk merapikan rambut yang rontok, fokus terganggu ketika sedang melakukan suatu kegiatan.

  5. Dikira sakit. Rambut rontok kadang merupakan indikasi adanya gangguan kesehatan, namun tak selalu benar.

Penyebab Rambut Rontok

Ilustrasi akibat rambut rontok. Sumber: AngeloPantazis/unsplash.com.

Dikutip dari Panduan Lengkap Kesehatan Wanita, Wening Sari dan Kawan-kawan (2012:40), penyebab rambut rontok temporer adalah:

  1. Stres. Penyebab stres ini juga bermacam-macam, antara lain masalah pribadi, menderita sakit yang lama, setelah operasi dan sebagainya. Stres menyebabkan tingginya hormon kortisol yang menyebabkan rambut rontok.

  2. Demam tinggi. Demam tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan kerontokan pada rambut. Demam tinggi bisa disebabkan oleh suatu penyakit atau infeksi.

  3. Masalah hormonal, yaitu Dihydrotestosterone (DHT). Umumnya DHT tinggi ada pada pria sehingga pria banyak yang mengalami kebotakan dini.

  4. Terapi obat. Para penderita kanker dan tiroid merupakan sebagian orang yang mengalami kerontokan rambut karena terapi obat.

  5. Habis melahirkan. Pada masa ini kadar estrogen meningkat terus selama kehamilan lalu turun setelah melahirkan. Kondisi yang demikian menyebabkan kerontokan rambut.

Baca juga: 7 Cara Menumbuhkan Rambut yang Aman dengan Bahan Alami

Akibat rambut rontok memang mengganggu. Namun itu bukan pilihan bagi sebagian orang, misalnya yang sedang menjalani terapi obat. Bagi sebagian yang lain, rambut yang sehat memerlukan kondisi psikis dan tubuh yang sehat pula. (LUS)